BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan-Komunitas Sahabat Jannah Serpong yang biasanya menyelenggarakan kegiatan kajian rutin setiap bulan satu sampai dua kali sebulan kini terpaksa libur karena pandemi covid-19. Hal ini dilakukan dalam rangka mencegah penularan virus cirona sesuai anjuran pemerintah, kata pengelola pengajian itu kepada wartawan, Kamis (18/6).

Komunitas kecil yang bermula dari pertemanan orang tua siswa salah satu sekolah swasta di BSD ini diawali dengan niat belajar agama bersama. “Kami ingin bebas berkomunikasi dengan nara sumber, para ustadz dan ustadzah yang lebih mengerti mengenai aturan fikih dan muamalah dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai ibu kami harus pandai membagi waktu walau ditengah kajian agar tetap bisa mengurusi anak-anak, tanpa khawatir anak-anak kami mengganggu peserta kajian yang lain, juga kami ingin bisa melakukan tanya jawab dengan narasumber secara luwes tanpa dibatasi jadwal acara yang kaku. Itulah alasan utama kami mengadakan kajian rutin ini.” Terang Vini menceritakan latar belakang terbentuknya komunitas Sahabat Jannah.

Kini 4 Bulan sudah kegiatan kajian rutin terpaksa dihentikan, mengikuti kebijakan PSBB yang digulirkan pemerintah. Meski semenjak Februari kajian yang biasa diadakan dari rumah ke rumah ini terhenti, namun tidak menghentikan langkah Komunitas Sahabat Jannah untuk tetap menebar manfaat pada sesama. Salah satunya adalah dengan menggagas penggalangan dana dalam rangka menunjukkan solidaritas mereka terhadap sesama ditengah wabah yang melanda. Di awal masa pandemi dimana sempat terjadi kelangkaan masker, Sahabat Jannah berhasil mengumpulkan lebih dari 30juta yang disalurkan dalam bentuk masker dan makanan bagi mereka yang membutuhkan, terutama yang terkena dampak langsung dari pandemi ini. Sempat berkolaborasi dengan 212mart Cisauk dalam kegiatan jumuah barokahnya, dana yang terkumpul sebagian besar disalurkan dalam bentuk masker kain yang disebar sampai ke pelosok daerah luar pulau Jawa, kebanyakan atas permintaan para tenaga kesehatan di klinik klinik kecil yang jauh dari jangkauan bantuan komunitas lain. “Para sahabat menyebar informasi melalui sosial media, siapa yang membutuhkan dipersilahkan untuk mengajukan permintaan masker, akhirnya satu persatu permintaan berdatangan kebanyakan melalui Facebook, ada juga yang langsung me-whatsup nomor hp yang sengaja kami tinggalkan. Begitu menerima bantuan mereka sangat senang sampai mengirimkan pesan foto terima kasih yang membuat kami sangat terharu membayangkan perjuangan dan dedikasi mereka yang sungguh luar biasa.” Ungkap Vini, salah satu pemrakarsa Komunitas Sahabat Jannah.

Hal inilah nampaknya yang terus memotivasi mereka untuk terus menebarkan virus kebaikan. “Sudah hampir 2 tahun ini kami rutin mengadakan program Jumuah Barokah yang menyalurkan nasi bungkus kepada para kaum duafa disekitaran Serpong. “Kebanyakan yang kami temui dijalanan adalah para tukang sapu, pemulung, pejaja asongan, terkadang pekerja taman dan jalan, tak jarang abang ojek pun bagi. Awalnya kami sekedar menyalurkan sedekah Jum’at dari kalangan kami sendiri, lama-lama kami juga mulai menerima titipan dari siapa saja yang ingin turut bersedekah namun tidak memiliki waktu luang untuk langsung mendistribusikan sendiri ke jalanan.” Vini menjelaskan.

Kegiatan seperti ini memang lumrah dilakukan umat muslim yang mengerti keutamaan sedekah di hari Jum’at, oleh karenanya banyak yang mencari keberkahan pada hari Jum’at dengan berbagai aktivitas sedekah baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama seperti Sahabat Jannah. “Dengan bersama-sama kami menjadi lebih semangat karena bisa saling mengingatkan. Oleh karena itu komunitas ini dinamakan Sahabat Jannah, karena kami ingin bisa terus bersama-sama sampai jannah. Mudah-mudahan kami bisa saling memberi syafaat diakhirat kelak.” Tutup Vini penuh harap. (AC)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.