BESTTANGSEL.COM, Ciputat – Pemerintah Kota Tangerang Selatan baru-baru ini menggelar Sarasehan Guru Penggerak dengan tema besar “Peran Guru Penggerak dalam Transformasi Pendidikan di Kota Tangerang Selatan”.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan, termasuk Deden Deni, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, yang menyampaikan peran penting Guru Penggerak dalam menciptakan perubahan signifikan di dunia pendidikan.
Dalam wawancara dengan awak media, Deden Deni menegaskan bahwa proses seleksi untuk menjadi Guru Penggerak tidaklah mudah.
“Untuk jadi Guru Penggerak, ada serangkaian tes yang harus dilalui,” ungkapnya.
“Ada tes tertulis, tes wawancara, serta penilaian kompetensi lainnya yang bertujuan untuk memastikan bahwa para kandidat memiliki kemampuan yang mumpuni dalam memimpin perubahan di lingkungan sekolah.”
Lebih lanjut, Deden menjelaskan bahwa program pelatihan Guru Penggerak berlangsung selama sembilan bulan.
“Pelatihan ini mencakup pembelajaran daring (online) dan tatap muka langsung. Selama masa pelatihan, para calon Guru Penggerak mendapatkan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang memperkuat kompetensi mereka,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Deden Deni juga menjelaskan dampak positif dari hadirnya para Guru Penggerak di sekolah-sekolah Tangerang Selatan.
Ia mengungkapkan bahwa telah terjadi dua kali pelantikan kepala sekolah yang merupakan lulusan dari program Guru Penggerak.
“Mereka masih muda, tetapi diberi kesempatan untuk memimpin dan membawa perubahan di sekolah mereka,” ujar Deden.
Meskipun gaji yang diterima Guru Penggerak tidak berbeda dengan guru lainnya, perbedaan mencolok terletak pada kompetensi yang mereka miliki.
“Guru Penggerak memiliki kemampuan lebih dalam hal kepemimpinan, pembelajaran yang inovatif, serta tanggung jawab besar dalam membimbing dan menginspirasi guru-guru lain di sekolah mereka,” tambahnya.
Program Guru Penggerak juga diharapkan dapat mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, termasuk masalah perundungan (bullying) di sekolah.
“Dengan kompetensi yang lebih, Guru Penggerak diharapkan mampu menjadi contoh teladan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan positif bagi siswa,” jelas Deden.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan tersebut juga menambahkan bahwa program Guru Penggerak dibuka setiap tahun, memberikan kesempatan bagi guru-guru lain untuk terus meningkatkan kompetensinya.
“Setiap angkatan diberi pelatihan intensif selama sembilan bulan, dan diharapkan mereka bisa menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing,” ungkapnya.
Selain itu, para lulusan program Guru Penggerak diharapkan mampu berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka kepada rekan-rekan sejawat, sehingga dampak positif dari program ini bisa dirasakan secara luas.
“Guru Penggerak tidak hanya berperan sebagai pemimpin di kelas, tetapi juga sebagai pembimbing bagi guru-guru lainnya agar tercipta pendidikan yang lebih berkualitas dan inklusif di Tangerang Selatan,” pungkas Deden.
Melalui program ini, diharapkan para Guru Penggerak dapat terus berperan aktif dalam transformasi pendidikan di Kota Tangerang Selatan, membentuk generasi penerus bangsa yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. (red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.