BESTTANGSEL.COM, SERPONG – Sainah (ahli waris Bapak Sahid Bin Ali) pemilik tanah yang terletak di Jalan Astek, Kampung Jombang RT.003 RW.004 No.10 Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan mengaku PT BSD telah menyerobot dan mengambil tanah dan hak warisnya

Bahkan dirinya di laporkan polisi pada Kamis, (12/12/2019) lalu oleh PT BSD, dengan tuduhan telah melanggar Pasal 167 ayat (1) KUHP yang menyebutkan, “Barangsiapa dengan melawan hak orang lain masuk dengan memaksa ke dalam rumah atau ruangan yang tertutup atau pekarangan, yang dipakai oleh orang lain, atau sedang ada di situ dengan tidak ada haknya, tidak dengan segera pergi dari tempat itu atas permintaan orang yang berhak atau atas nama orang yang berhak, dihukum penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,-“.

Atas sangkaan tersebut Sainah (57) beserta keluarga sempat terheran-heran atas kejadian yang menimpanya.

Kejadian ini sudah berlangsung sejak tahun 2019 dan sudah sampai tingkat P-21 (Pemberitahuan bahwa Hasil Penyidikan sudah Lengkap). Laporan atas tergugat Sainah (57) dengan nomor : PDM-18/M.6.16/EKU.2/03/2021.

Sainah (57) saat dikonfirmasi awak media mengatakan. ” Itu tanah saya, dan saya menempatinya sejak 2009″ kata Sainah Kemarin (7/3/4/2021)

Lebih lanjut Sainah menjelaskan. Ia mendirikan bangunan kerena memiliki bukti kepemilikan tanah atau Girik tanah. Selama menempati tanah tersebut Sainah taat membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB) setiap tahunnya.

” Lantas atas dasar apa PT BSD merasa memiliki Surat Pelimpahan Hak (SPH)” ucap Sainah mengelus dada

Sebelumnya tim kuasa hukum Sainah, Saripudin. SH, Nazarono. SH dan Budi suhendra. SH usai persidangan menjelaskan bahwa kliennya mengajukan eksepsi atas dakwaaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait dengan Pasal 167 ayat (1).

“Eksepsi kita pada intinya adalah keberatan terhadap dakwaan JPU, diantaranya mengenai status pelapor ‘A’ yang mewakili PT BSD, Namun demikian sampai saat ini kami belum dapat menemukan atas dasar apa pelapor melaporkan hal tersebut, mengingat surat kuasa direktur utama tidak pernah kami lihat sejak dari Polres,” kata Saripudin, Selasa (6/4/2021) kemarin

Dimana dalam hal ini yang bertindak seharusnya sebagai pelapor adalah Direktur utama PT BSD namun kenapa sampai saat ini pelapor dari pihak security bukan Direktur Utama PT BSD,” terang Saripudin

Masih menurut Saripudin “Kami mempelajari dalam beberapa minggu yang lalu mengenai dakwaan JPU disini tertulis bahwa saudara Ir. Siswanto Adisaputrolah selaku pemilik dari Surat Pelimpahan Hak (SPH) tersebut,”

“Namun dalam perkara ini saudara Ir. Siswanto tidak keberatan, tidak ada pelaporan dari saudara Ir. Siswanto Adisaputro, maka kami dalam sidang hari ini menanyakan siapa saudara Ir. Siswanto ini, dan bagaimana kedudukan dan hubungannya antara saudara Ir. Siswanto Adisaputro dengan PT BSD,” ungkapnya

“Klien kami, Sainah (57) sejak 2009 sudah menempati objek tanah tersebut sampai dengan kurang lebih selama 12 tahun tidak pernah ada persoalan. Namun setelah Klien kami melakukan pemagaran terhadap tanahnya yang luasnya kurang lebih 1.856m². Kenapa kemudian dihari ke-3 Usai pemasangan pagar yang berada diatas tanah Klien kami tersebut kemudian pihak PT BSD memasang tiang pemberitahuan diatas tanah milik Klien kami yang isinya menerangkan bahwa Tanah Ini Milik PT. Bumi Serpong Damai,” Paparnya.

Tim kuasa hukum Sainah berharap Hakim dapat bertindak secara objektif melihat permasalahan kliennya

” Kita berharap kalau memang PT BSD merasa memiliki tanah ini juga harus ditentukan dulu secara keperdataannya, Siapa pemilik dari tanah ini yaitu dengan mengajukan gugatan perdata terlebih dahulu untuk membuktikannya,” tandas Saripudin ( Dz)

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.