BESTTANGSEL.COM, Jakarta – Dalam rangka memperingati World Cancer Day 2026 yang mengusung tema “United by Unique”, Siloam Hospitals TB Simatupang memperkuat komitmennya dalam penanganan kanker, khususnya kanker lambung dan kolorektal (usus besar), melalui layanan terpadu yang berfokus pada deteksi dini dan penanganan bedah digestif yang presisi.

Sebagai rumah sakit swasta terkemuka yang telah dikenal dengan keunggulan di bidang kardiologi, neurosains, dan ortopedi, Siloam Hospitals TB Simatupang kini menghadirkan solusi lengkap untuk gangguan saluran pencernaan. Layanan ini dirancang sesuai dengan kebutuhan unik setiap pasien, mulai dari skrining awal hingga tindakan bedah lanjutan.

Deteksi Dini: Kunci Utama Pencegahan dan Penanganan

Lebih dari setengah populasi dunia terinfeksi bakteri Helicobacter pylori (H. pylori), yang diklasifikasikan sebagai karsinogen (pemicu kanker) kelas I oleh badan penelitian kanker internasional. Infeksi ini dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari maag dan gastritis hingga meningkatkan risiko kanker lambung dan limfoma MALT.

dr. David Reinhard Sumantri Samosir, SpPD-KGEH, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi di Siloam Hospitals TB Simatupang, menekankan pentingnya deteksi dini. “Kanker lambung sering terlambat didiagnosis karena gejalanya tidak khas di awal. Deteksi infeksi H. pylori menjadi langkah kritis pencegahan,” ujarnya, pada Jumat, (13/2).

Untuk itu, Siloam Hospitals TB Simatupang menyediakan pemeriksaan andalan, diantaranya:

1. Urea Breath Test (UBT): Pemeriksaan non-invasif dengan tingkat akurasi tinggi untuk mendeteksi infeksi H. pylori. Prosedurnya mudah, nyaman, dan hasilnya dapat diketahui dalam sekitar 4 jam. UBT juga berfungsi untuk memantau keberhasilan pengobatan.

2. Endoskopi Lengkap: Tersedia berbagai prosedur endoskopi untuk visualisasi langsung saluran cerna, termasuk:

Gastroskopi: untuk memeriksa saluran cerna atas (lambung).

Kolonoskopi: untuk memeriksa saluran cerna bawah (usus besar).

Kapsul Endoskopi: pemeriksaan tanpa selang atau bius.

Nasal Endoskopi: prosedur dengan tingkat kenyamanan lebih tinggi.

dr. David menambahkan, “Penelitian terbaru juga mengaitkan infeksi H. pylori dengan peningkatan risiko polip usus besar, yang dapat berkembang menjadi kanker. Deteksi dan pengobatan dini sangat penting untuk memutus mata rantai ini.”

Penanganan Bedah yang Individual dan Kuratif

Bagi pasien yang telah terdiagnosis kanker, khususnya kanker kolorektal, penanganan tepat oleh tim spesialis bedah digestif sangat menentukan.

dr. Mudatsir, M.Ked(Surg), SpB, Subsp. BD(K), FINACS, Spesialis Bedah Konsultan Digestif menjelaskan, “Penanganan kanker saluran cerna bersifat sangat individual. Jika penyebaran belum meluas, operasi kuratif dapat dilakukan untuk mengangkat tumor beserta jaringan di sekitarnya guna menurunkan risiko kekambuhan.”

Ia juga menegaskan sinergi antara deteksi dini dan keberhasilan terapi. “Selain UBT untuk kanker lambung, skrining kanker kolon dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah samar pada feses dan penanda tumor seperti CEA. Jika ada kecurigaan, kolonoskopi akan menjadi langkah konfirmasi sehingga penanganan bisa lebih cepat dan tepat.”

One-Stop Solution untuk Kesehatan Pencernaan

Dr. Dewi Wiguna, M.Sc, Hospital Director Siloam Hospitals TB Simatupang, menyatakan bahwa ketersediaan layanan diagnostik lengkap dan kolaborasi dokter multidisiplin menjadikan rumah sakit ini sebagai one-stop solution untuk penyakit pencernaan.

“Kami menyediakan layanan komprehensif untuk kanker lambung dan kolorektal yang mengombinasikan UBT, endoskopi, dan pemeriksaan penanda tumor seperti CEA dan CA 72-4. Layanan ini juga terbuka untuk pasien rujukan dari rumah sakit non-Siloam,” jelas Dr. Dewi.

“Filosofi kami adalah layanan yang dipersonalisasi dan berfokus pada keselamatan pasien. Harapannya, dengan layanan yang mudah diakses dan berkualitas, semakin banyak masyarakat yang dapat menjalani hidup lebih sehat,” tutupnya.

Informasi Prosedur:

UBT: Dilakukan setiap hari pukul 07.00-20.00. Pasien perlu puasa minimal 4 jam dan berkonsultasi terkait penghentian sementara obat tertentu sebelum pemeriksaan.

Endoskopi: Memerlukan persiapan seperti puasa 8 jam, konsultasi kondisi medis dan obat, serta didampingi keluarga untuk pulang.

Untuk informasi dan edukasi kesehatan lainnya, masyarakat dapat mengunjungi akun Instagram dan YouTube @siloamtbsimatupangofficial. (red/rlls)

Leave a Reply