BESTTANGSEL.COM, Tangerang– PT Siloam International Hospitals Tbk menutup Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 dengan persetujuan penuh dari seluruh pemegang saham atas seluruh agenda rapat, pada Selasa (12/5) di Lobi MRIN, Lippo Village Tangerang. Dalam forum tersebut, perseroan juga memaparkan capaian kinerja sepanjang 2025 sekaligus mempertegas arah transformasi bisnis melalui strategi diferensiasi arketipe (model asli yang menjadi rujukan universal).

Melalui RUPST ini, Siloam menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Indonesia. Langkah tersebut diwujudkan melalui implementasi inisiatif strategis Next Gen Siloam (NGS), yakni transformasi komprehensif yang dirancang untuk memperkuat kapabilitas operasional dan mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Sebagai salah satu jaringan rumah sakit swasta terbesar di Indonesia, Siloam terus berupaya mengurangi kebutuhan masyarakat untuk mencari pengobatan ke luar negeri. Upaya itu dilakukan melalui investasi berkelanjutan pada pengembangan layanan klinis unggulan, prosedur medis canggih, teknologi terkini, serta modernisasi fasilitas kesehatan.

Tahun buku 2025 menjadi periode penting bagi Siloam dalam mengadopsi model operasional berbasis arketipe yang lebih terfokus. Strategi ini membagi jaringan layanan menjadi dua segmen utama, yakni Network Premium dan Network Value Seeker.

Network Premium difokuskan pada penguatan keunggulan klinis melalui kolaborasi dengan rumah sakit global, peningkatan pengalaman pasien, serta investasi pada teknologi medis berstandar internasional. Sementara itu, Network Value Seeker diarahkan pada efisiensi operasional, aksesibilitas, dan perluasan jangkauan layanan kesehatan yang lebih terjangkau bagi masyarakat luas.

Implementasi strategi tersebut turut mendorong pertumbuhan kinerja keuangan perseroan sepanjang 2025. Siloam membukukan total pendapatan sebesar Rp12,8 triliun atau tumbuh 5,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). EBITDA tercatat mencapai Rp2,8 triliun, naik 18,3 persen YoY, sedangkan laba bersih meningkat 22,5 persen menjadi Rp1,1 triliun.

Capaian tersebut diraih di tengah tahun transisi operasional dan sejumlah tekanan eksternal yang memengaruhi sektor kesehatan.

Di sisi ekspansi, Siloam berhasil memulai operasional Siloam Hospitals Surabaya, Mochtar Riady Center for Advanced Care (MRCAC) yang memperkuat layanan kesehatan berteknologi tinggi di Jawa Timur. Selain itu, perseroan juga melakukan soft launching perluasan Siloam Hospitals Makassar.

Dalam pengembangan teknologi medis, Siloam memperkenalkan sistem CT-LINAC terintegrasi pertama di Asia Tenggara, yang ditujukan untuk meningkatkan layanan precision oncology atau terapi kanker berbasis presisi.

Presiden Direktur Siloam, David Utama, mengatakan strategi arketipe menjadi fondasi penting dalam transformasi perusahaan.

“Kami dengan bangga melaporkan kinerja operasional dan keuangan yang kuat selama periode ini, didorong oleh implementasi strategi archetype, yang memungkinkan penyelarasan yang lebih kuat antara kemampuan klinis, alokasi modal, dan sumber daya operasional di seluruh network kami. Ini menandai awal dari transformasi yang lebih luas, sejalan dengan visi kami untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi dan mudah dijangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar David.

Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui keputusan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2025. Seluruh laba bersih perseroan akan dibukukan sebagai laba ditahan guna mendukung pengembangan bisnis dan ekspansi berkelanjutan.

Dengan strategi transformasi berbasis diferensiasi arketipe, ekspansi fasilitas layanan, dan penguatan teknologi medis, Siloam menargetkan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan modern di Indonesia.

Berikut susunan terbaru Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan PT Siloam International Hospitals Tbk.

Susunan Direksi Siloam:

Presiden Direktur: David Utama

Direktur: Atiff Ibrahim Gill

Direktur: Benny Haryanto Djie

Direktur: Gabriele Isacco Tironi

Direktur: Phua Meng Kuan (Daniel Phua)

Direktur: Richard Kidarsa

Direktur: Surya Tatang

Susunan Dewan Komisaris Siloam:

Presiden Komisaris/Komisaris Independen: Dr. Yasonna H. Laoly

Komisaris: Andy Nugroho Purwohardono

Komisaris: Sigit Prasetya

Komisaris Independen: James Tobias Hall

Komisaris Independen: Bambang Soesatyo

(red/rlls)

Leave a Reply