BESTTANGSEL.COM, JAKARTA- Setiap pelaku UMKM dituntut untuk mempertahankan usahanya, dengan segudang inovasi yang harus diciptakan seiring dengan perkembangan zaman. Berkaca pada hal tersebut, Tangsel Pos bersama Alfamart, sebagai salah satu ritel terbesar di Indonesia berkomitmen untuk menangkap momentum pertumbuhan ekonomi, dengan meningkatkan intensi berwirausaha khususnya pada generasi muda atau milenial. Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi bersama Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ganesha Jakarta untuk menyelenggarakan webinar bertajuk “Menumbuhkan Semangat Wirausaha di Kalangan Mahasiswa” yang dihelat melalui zoom meeting, Selasa (29/3/2022). Gebrakan ini, diharapkan mampu melahirkan wirausaha muda baru yang dapat berkontribusi positif bagi perekonomian Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Pemimpin Redaksi Tangsel Pos, Ari Suhendra berkesempatan menjadi moderator. Jalannya webinar pun semakin menarik dengan kehadiran dua narasumber berkompeten, yakni Holmes Yames Siregar selaku Virtual Store Manager Alfamart dan Joned Ceilendra Saksana selaku Kaprodi Pascasarjana Magister Manajemen STIE Ganesha Jakarta.
Membuka seminar yang diikuti oleh puluhan mahasiswa ini, Virtual Store Manager Alfamart, Holmes Yames Siregar mengatakan bahwa berwirausaha dapat menjadi salah satu jalan bagi siapa pun dalam meraih kesuksesan. Namun ironinya, angka wirausaha di Tanah Air ini masih terlampau kecil.
“Baru sekitar 3,47 persen dari jumlah penduduk kita sekarang sekitar 250 juta. Tapi yang bergelut di bidang wirausaha baru 3,47. Dibandingkan dengan Singapura yang jumlah penduduknya kurang dari 5 juta, tapi jumlah wirausahanya sudah mencapai 8,5 persen,” ujar Holmes membuka materinya dalam webinar tersebut. Padahal, kata Holmes, berwirausaha bukan hanya berbicara semata-mata soal jual-beli produk barang ataupun jasa saja. Melainkan jauh lebih dari itu, yakni membuka lapangan kerja bagi orang banyak.
“Orang yang mulia itu adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Manfaat positif bagi wirausaha adalah, dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain,” terangnya. Untuk itu, minat dan semangat berwirausaha sangatlah penting ditanamkan bagi generasi muda yang ingin maju.
“Langkah besar dimulai dengan langkah kecil. Namun memang tak sedikit kerikil yang akan dilalui. Tapi jangan khawatir. Pemenang itu, adalah dia bisa bertahan di detik akhir,” katanya.
Kepada para mahasiswa, Holmes membagikan tips untuk dapat memulai wirausaha sejak usia muda. Syarat utama yang harus dimiliki, adalah semangat untuk berjuang. “Jadi dia (pelaku usaha) buat suatu yang baru. Kata pandai dan berbakat saya kurang cocok, yang terpenting adalah semangat. Kedua, wirausaha itu orang yang kreatif dan memberi nilai tambah,” paparnya.
Lalu ketiga, kata Holmes, tentu adanya peluang usaha. Hal ini, turut menjadi bagian penting bagi seseorang untuk berwirausaha. “Tentu peluang ini diberikan dari orang lain pastinya. Contohnya seperti Alfamart, bisa sebesar ini karena ada peluang yang diberikan oleh orang lain,” imbuhnya.
Sementara itu, Kaprodi Pascasarjana Magister Manajemen STIE Ganesha Jakarta, Joned Ceilendra Saksana menyampaikan bahwa bisnis atau wirausaha ini adalah salah satu faktor yang dapat menentukan kesuksesan di masa depan. Namun tentunya, untuk meraih kesuksesan diperlukan inovasi. Hal itu akan membuat setiap usaha mampu bertahan dalam kondisi apapun, termasuk pascapandemi saat ini. Salah satu caranya, yakni berinovasi menghadirkan pelayanan melalui bidang digital.
“Bagaimana cara membangun startup di era digital? Di era ini kita mempunyai beberapa dampak. Salah satunya, kita bisa lihat bahwa proses produksi beralih ke teknologi canggih, dan dampak sosial kita lihat lapangan pekerjaan berkurang. Jadi fungsi manusia ini tergantikan,” kata Joned.
Lalu dampak ekonomi, transformasi sistem bisnis dan produk jasa pun beruban. Setelah itu ada pula investasi teknologi yang memerlukan dana yang tinggi.
“Tantangan generasi muda di masa datang, adalah bagaimana bisa menguasai teknologi. Dengan teknologi, kita akan bisa berfikir dan menemukan peluang bisnis baru untuk maju. Dalam hal ini, bisnis online menjadi yang membedakan dengan bisnis lainnya,” terang Joned.
Joned menyebutkan, tantangan lain bagi generasi muda adalah menciptakan dunia kerja dan kompetensi. “Jumlah penduduk dunia tahun 2022 itu mencapai 7,9 miliar, sedangkan tahun 2030 diprediksi akan berkembang hingga 9,6 miliar. Hal inilah yang menjadi pasar potensi terutama dari segi teknologi,” paparnya.
Namun permasalahannya, kata Joned, tingkat keinginan generasi muda untuk berwirausaha kini masih terlampau rendah. Dalam hal ini, Joned menegaskan bahwa hal yang harus diubah adalah pola pikir masyarakat.
“Bagaimana merubah cara berpikir. Seringkali bagi sarjana pasti berpikir, mau menjadi pegawai negeri. Padahal kalau dari awal diajarkan wirausaha, mungkin akan menjadikan dia berpikir untuk maju,” terangnya.
Namun di balik tantangan tersebut, Joned mengatakan bahwa generasi milenial kini diuntungkan dengan berbagai ciri yang melekat padanya. “Generasi milenialis ditandai dengan penggunaaan platform online digital, lalu penggunaan teknologi sifatnya tinggi, dan terkoneksi social media. Mereka ini cepat menangkap informasi dan data, kemudian sifatnya pun progresif ingin maju ke depan,” katanya.
Untuk itu, menurutnya hal yang paling penting ditanamkan bagi generasi muda adalah menanamkan rasa ingin mencoba bagi mereka. “Yang paling penting bagaimana kita berusaha dan mencoba. Pemain di dunia online tidak berhasil semata-mata menjalankan usahanya. Mereka pasti butuh waktu bertahun-tahun,” tuturnya.
Setelah itu hal lain yang harus ditanamkan adalah, membuka mata untuk mencari peluang di sekitar. “Lalu Apakah di sekitar kita ada peluang bisnis? Alfamart menjadi bisnis yang sudah terbukti. Kita bisa mendapatkan peluang bisnis dengan cara membaca, mendengar cerita orang, ngopi di warung kopi, kita bisa mendapatkannya, karena ketika ingin berwirausaha, kita harus menciptakan peluang,” tandasnya. (Red/rlls)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.