BESTTANGSEL.COM, BOGOR – Mengakhiri tahun 2018, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menggelar kegiatan temu media yang berlangsung di Hotel Citra Cikopo, Puncak Raya Bogor pada 28-29 Desember 2018. Kegiatan dilakukan sebagai evaluasi dari monitoring DJSN pada Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

“Di 2019 DJSN masih fokus menyelesaikan lima permasalahan SJSN. Ada lima permasalahan yang masih menjadi persoalan dan harus segera dicarikan solusi terbaik,” kata Taufik Hidayat, anggota DJSN.

Lima permasalahan SJSN yang masih harus diselesaikan hingga 2019 mendatang di antaranya adalah; masih rendahnya tingkat kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Adanya upaya penarikan dana Jaminan Hari Tua (JHT) sebelum waktunya. Adanya potensi resiko program Jaminan Pensiun (JP). Besarnya tunggakan iuran dari kepesertaan BPJS Kesehatan. Dan terus defisitnya BPJS Kesehatan.

“Itu adalah lima permasalahan SJSN, dan hingga kini kami masih mencarikan solusi terbaik,” ucap Taufik.

Terkait defisit BPJS Kesehatan, Taufik mengatakan, “Hingga saat ini BPJS Kesehatan terus mengalami defisit hingga mencapai angka Rp.16 triliun. Defisit yang terjadi sejak awal sampai saat ini kemudian terakumulasi. Melihat fenomena tersebut, ia menyebut DJSN sudah menyampaikan beberapa usulan,” ungkap Taufik.

Sementara itu, Ketua Komisi Pengawasan dan Monev DJSN, Zaenal Abidin, mengatakan bahwa Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) telah meminta pemerintah segera bertindak mengatasi defisit yang terus terjadi pada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, salah satunya dengan memberi dana talangan.

“Penyelesaian defisit menjadi kewajiban pemerintah, karena di pasal undang-undang (UU) sistem jaminan sosial nasional (SJSN) dinyatakan pemerintah menyehatkan keuangan BPJS Kesehatan,” ucap Zaenal.

 

Asri

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.