“Wisatawan juga dapat menikmati indahnya sebuah pilar raksasa yang terbentuk dari proses pertemuan stalaktit dan stalagmit yang usianya mencapai ribuan tahun dan menghadang di depan goa”

N017N016Menyusuri sungai menggunakan perahu karet merupakan hal yang biasa, namun jika sungai itu mengalir di dalam goa tentu akan menjadi petualangan yang mengasyikan sekaligus menegangkan. Sensasi menelusuri gelapnya lorong goa yang berhiaskan stalaktit dan stalagmit yang indah, dapat dirasakan di Goa Pindul. Salah satu goa yang merupakan rangkaian dari 7 goa dengan aliran sungai bawah tanah yang ada di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Dengan durasi 45 hingga 60 menit, wisatawan akan diajak menyusuri sungai di gelapnya perut bumi sepanjang 300 meter dengan menggunakan ban pelampung. Petualangan yang memadukan aktivitas body rafting dan caving ini dikenal dengan istilah cave tubing.

Goa Pindul
Untuk melakukan cave tubing di Goa Pindul, tidak memerlukan persiapan khusus, karena peralatan yang dibutuhkan hanyalah ban pelampung, life vest, serta head lamp yang semuanya sudah disediakan oleh pengelola. Aliran sungai yang sangat tenang pun menjadikan aktivitas ini aman dilakukan oleh siapapun, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Sementara waktu terbaik untuk cave tubing di Goa Pindul adalah pagi hari, selain airnya yang tidak terlalu dingin, juga akan muncul cahaya surga yang berasal dari sinar matahari yang menerobos masuk melewati celah besar di atap goa ketika cuaca cerah.
Sambil merasakan suasana yang tenang dengan pencahayaan yang minim, seorang pemandu juga bercerita tentang asal-usul Goa Pindul dan goa-goa lain di Bejiharjo yang tak bisa dipisahkan dari cerita pengembaraan Joko Singlulung yang mencari ayahnya. Saat masuk ke salah satu goa, Joko Singlulung terbentur batu, sehingga goa tersebut dinamakan Goa Pindul yang berasal dari kata pipi gebendul.

Wisatawan juga dapat menikmati indahnya sebuah pilar raksasa yang terbentuk dari proses pertemuan stalaktit dan stalagmit yang usianya mencapai ribuan tahun dan menghadang di depan goa. Sementara itu, beberapa bagian atap goa juga terdapat lukisan alami yang diciptakan oleh kelelawar penghuni goa. Sedangkan, di tengah goa terdapat satu tempat yang menyerupai kolam besar dan biasanya dijadikan tempat beristirahat sejenak sehingga wisatawan dapat berenang atau terjun dari ketinggian.

Kali Oyo
Selain Goa Pindul, Kali Oyo Menjadi Destinasi Rafting Selanjutnya
Gunung Kidul merupakan daerah yang dikenal dengan kawasan yang kering dan tandus. Namun tidak untuk di Kali Oyo, daerah ini merupakan daerah yang hijau dan subur. Bahkan, para wisatawan berkunjung kesana untuk dapat melakukan rafting dengan menggunakan ban dalam.

Para peserta yang mengikuti rafting ini akan terapung-apung mengikuti arus sungai Kali Oyo, dengan panjang sungai sekitar 1,5 kilometer dengan waktu sekitar 1 hingga 2 jam. Sembari menikmati pemandangan alam yang indah dan sangat menyenangkan, para wisatawan yang mengikuti rafting ini juga dapat bersantai sembari terapung-apung di sungai ini dan melewati sebuah tebing yang cukup tinggi. Para peserta rafting yang ingin merasakan petualangan yang menegangkan, dapat melompat dari tebing tersebut.

Di saat musim penghujan, biasanya arus sungai cukup deras, dan rafting pun menjadi jauh lebih menegangkan. Selain itu, untuk menyusuri Kali Oyo aja per orang. Biaya ini sudah termasuk pinjaman perlengkapan rafting, jasa pemandu, transportasi, dan asuransi. Tidak ada persyaratan khusus bagi mereka yang ingin mengikuti rafting. Hanya saja, para peserta harus dalam rombongan dengan jumlah minimal 5 orang.

Petunjuk Menuju Lokasi

Dari Yogyakarta – Jalan Raya Wonosari – Piyungan – Bukit Patuk – Hutan Bunder – Jalan Raya Wonosari (Patuk-Playen) – Lapangan Gading – Pertigaan lampu merah ambil jalan ke kiri (lurus) – Jalan Raya Wonosari (Playen-Wonosari ambil menuju kota Wonosari) – Bundaran Siyono (Perempatan yang ada air mancur ditengahnya) ambil arah ke kiri – Ikuti jalan aspal yang lebar (ada pertigaan belokan ambil kanan) – lurus hingga lampu merah – Perempatan lampu merah lurus – Ada pertigaan yang sebelah kiri ada gerbang Desa Bejiharjo belok kiri – Ikuti jalan aspal terus hingga sampai lokasi yang banyak terdapat tulisan Pindhul/Pindul.