BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Untuk mengenang jasa para pahlawan, pemerintah membangun museum atau tempat yang akan mengingatkan masyarakat pada peristiwa perjuangan sang pahlawan.

Berbangga bagi warga Tangserang Selatan, sebab di kawasan ini, tepatnya di Sektor 7 BSD City, ada satu museum yang mengingatkan kita pada peristiwa berdarah yang terjadi di Tangerang Selatan (Tangsel). Peristiwa Lengkong, mungkin tidak banyak orang yang mengetahuinya, tetapi sebagai warga Tangsel kita wajib tahu dengan sejarah di tempat tinggal kita sendiri.

Peristiwa Lengkong bermula dari Resimen IV TRI di Tangerang, Resimen ini mengelola Akademi Militer Tangerang. Pada tanggal 25 Januari 1946, Mayor Daan Mogot memimpin puluhan taruna akademi untuk mendatangi markas Jepang di Desa Lengkong, untuk melucuti senjata pasukan jepang. Daan Mogot didampingi sejumlah perwira, antara lain Mayor Wibowo, Letnan Soetopo, dan Letnan Soebianto Djojohadikusumo.

Dengan mengendarai tiga truk dan satu jip militer, mereka berangkat ke Lengkong. Di depan pintu gerbang markas, tentara Jepang menghentikan mereka. Hanya tiga orang, yakni Mayor Daan Mogot, Mayor Wibowo, dan seorang taruna Akademi Militer Tangerang, yang diizinkan masuk untuk mengadakan pembicaraan dengan pimpinan Dai-Nippon. Sedangkan Letnan Soebianto dan Letnan Soetopo ditunjuk untuk memimpin para taruna yang menungggu di luar.

Semula proses perlucutan berlangsung lancar, namun tiba-tiba terdengar rentetan letusan senapan. Senja yang tadinya damai berubah mencekam. Sebagian tentara Jepang merebut kembali senjata mereka yang semula diserahkan. Lantas terjadilah pertempuran yang tak seimbang. Karena kalah kuat, korban berjatuhan di pihak Indonesia. Sebanyak 33 taruna dan 3 perwira gugur dalam peristiwa itu. Sedangkan 1 taruna lainnya meninggal setelah sempat dirawat dirumah sakit. Perwira yang gugur adalah Mayor Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo. Peristiwa berdarah itu kemudian dikenal dengan nama Peristiwa Pertempuran Lengkong. Pada waktu itu, Akademi Militer berpusat di Tangerang sehingga banyak yang menjadi korban adalah Taruna.

Untuk mengenang Peristiwa Lengkong tersebut ada dua tempat bersejarah yang pertama adalah Taman Makam Pahlawan (TMP) taruna yang bertempat di Jalan Daan Mogot (JL. Raya Jakarta-Serang) KM 24,5 dan yang kedua adalah monumen Lengkong yang berada di wilayah BSD City Serpong Tangsel.

Monumen yang dibangun berdampingan dengan Taman Daan Mogot itu berdiri tahun 1993 di atas lahan seluas 500 meter persegi. Pada dinding prasasti monumen terukir nama-nama taruna dan perwira yang gugur pada peristiwa pertempuran Lengkong. Sedangkan di dalam museumnya, terpampang foto-foto perjuangan para taruna militer di Indonesia berserta akademinya. Monumen Lengkong kini dijadikan sebagai tempat peringatan peristiwa pertempuran Lengkong yang diperingati setiap tanggal 25 Januari, oleh Yayasan 25 Januari 1946 yang diketuai oleh Prabowo Subianto.

Hingga saat ini, Peristiwa Lengkong masih terus diperingati di Monumen Daan Mogot di BSD City, setiap tanggal 25 Januari. Di bawah koordinator, Rani D. Sutrisno, Ketua Harian Yayasan 25 Januari 1946.

Peringatan Peristiwa Lengkong digelar secara sederhana namun penuh khimad. Tidak saja dihadiri oleh keluarga besar Yayasan 25 Januari 1946, dalam setiap peringatan, pengurus Yayasan 25 Januari selalu mengundang para veteran, tokoh masyarakat Serpong dan masyarakat umum.

Selain memperingati Peristiwa Lengkong, Yayasan 25 Januari juga terus mensosialisasikan keberhasilan yang telah dicapai oleh TNI AD. Di antaranya dengan bekerjasama dengan managemen Living World Alam Sutera Serpong Tangerang Selatan, dengan menggelar pameran Alat Utama System Senjata Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Alutsista) setiap bulan Agustus.

“Monumen ini menjadi tanda jejak langkah para pahlawan di Tangerang, dan ini merupakan cagar budaya yang harus dilestarikan. Museum Lengkong merupakan salah satu icon di Kota Tangsel,” tutur Nita Siregar Withoff, tokoh masyarakat Tangsel yang juga Presiden Lions Club Puri Siwi Tangsel. (asri-bbs)

Leave a Reply