BESTTANGSEL.COM, TANGERANG – Dalam rangka menyambut Hari Kartini, Roemah Koffie menghadirkan kampanye bertajuk “Women of Purposeful Light”. Kampanye ini menjadi bentuk penghormatan terhadap filosofi “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang dipopulerkan oleh Raden Ajeng Kartini, sekaligus merepresentasikan peran nyata barista perempuan dalam mendorong kemajuan industri kopi Indonesia.

Selama bulan April, Roemah Koffie mengangkat dua menu signature, yaitu Sunset in Bajo dari lini Barista Selection dan Cocco Cloud dari Cocco Series. Kedua minuman ini dipilih oleh barista perempuan Roemah Koffie, Tale dan Nadia, sebagai interpretasi semangat Kartini dalam secangkir kopi.

Tale memilih Sunset in Bajo karena minuman ini melambangkan transisi dari masa sulit menuju harapan yang indah. Racikan coffee mocktail dengan sentuhan bitter syrup dan kesegaran stroberi tersebut menggambarkan bagaimana matahari terbenam mampu menutup hari yang pekat dengan cahaya memukau. Melalui kreasinya, Tale menghadirkan esensi “Out of Darkness, Comes Light”, di mana rasa pahit perjuangan diubah menjadi karya yang segar dan autentik.

Sementara itu, Nadia menghadirkan Cocco Cloud yang merepresentasikan karakter perempuan Indonesia masa kini. Perpaduan kopi hitam yang kuat melambangkan kemandirian dan keteguhan prinsip, dipadukan dengan lapisan coconut cream yang lembut sebagai simbol kelembutan hati. Menurut Nadia, minuman ini menjadi bukti bahwa “Purposeful Light” dapat hadir dalam harmoni elegan—kuat di dalam, namun tetap lembut di luar.

Saat menggelar Media Gathering, pada Kamis (9/4), di Roemah Koffie BAIC Tower Gading Serpong, Marketing Communications Manager Roemah Koffie, Denis Surya,  menjelaskan bahwa kampanye ini bertujuan menunjukkan bahwa barista perempuan adalah sosok “cahaya” yang mampu mengubah biji kopi menjadi inspirasi. Sosok Tale dan Nadia dinilai sebagai representasi nyata semangat Kartini yang terus berinovasi di balik bar.

Perjalanan menuju “cahaya” tersebut juga diperkuat melalui sesi edukasi yang dihadirkan Roemah Koffie Academy. Dalam kelas “Introduction to Coffee”, peserta diajak memahami kopi secara menyeluruh, mulai dari teori hingga praktik cupping. Kelas ini dibawakan oleh Rere, salah satu pengajar yang menjadi representasi Kartini masa kini di dunia edukasi kopi.

Sebagai pengajar, Rere tidak hanya membagikan pengetahuan, tetapi juga mencerminkan peran penting perempuan dalam memimpin dan menginspirasi. Kehadirannya menjadi bukti bahwa kepemimpinan perempuan merupakan salah satu kunci dalam mendorong kemajuan industri kopi Indonesia.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Roemah Koffie Academy menghadirkan program spesial berupa diskon pendaftaran sebesar 21 persen sepanjang April, terinspirasi dari tanggal kelahiran R.A. Kartini pada 21 April. Promo ini berlaku eksklusif bagi perempuan.

Denis menambahkan, pihaknya ingin membuka akses seluas-luasnya bagi perempuan untuk mendalami dunia kopi secara profesional. Program ini diharapkan dapat memacu semangat para “Kartini masa kini” untuk terus berkembang melalui jalur edukasi.

Roemah Koffie sendiri hadir sebagai ekosistem kopi 360 derajat yang mengintegrasikan proses dari hulu hingga hilir. Jaringan bisnisnya mencakup berbagai lini, mulai dari outlet flagship, outlet to-go, hingga Koffie Van yang tersebar di Jakarta dan Tangerang, serta tengah bersiap untuk ekspansi ke berbagai wilayah di Indonesia.

Selain menghadirkan layanan ritel, Roemah Koffie juga mengembangkan lini B2B sebagai mitra strategis penyedia biji kopi premium Indonesia. Perusahaan ini menawarkan layanan white label hingga produk kurasi khusus yang mengangkat kekayaan budaya dan lagu daerah Nusantara.

Seluruh ekosistem tersebut diperkuat oleh fasilitas Roemah Koffie Academy sebagai pusat edukasi dan standarisasi mutu, didukung oleh laboratorium riset dan pengendalian kualitas. Produk Roemah Koffie kini tersedia melalui berbagai kanal penjualan, baik online maupun offline, termasuk modern trade, sehingga kopi premium Indonesia dapat dinikmati oleh masyarakat luas. (red/*)

Leave a Reply