BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan -Mengungkap trauma masa lalu melalui gambar, menjadi tema pelatihan The Childhood Hand that Disturbs (CHaD) yang diselenggarakan Program Studi Psikologi Universitas Pembangunan Jaya (PSI UPJ), Kamis 15 Februari 2018. Pelatihan yang diikuti lebih dari 30 peserta dari berbagai kota tersebut, menghadirkan Dr. Roseline D. Davido, staf pengajar Universitas Paris VII Perancis, psikolog dan psikiater pencipta alat tes CHaD, sekaligus Presiden Association International Davido-CHaD.

Menurut Riseline, tak sedikit individu sulit mengungkapkan pengalaman masa lalu yang kemudian terbawa hingga sekarang. Dengan lebih baik memahami masa lalu, individu dapat menghayati masa kini dan mengembangkan diri di masa depan. Diikuti observasi dan wawancara, CHaD membantu mengungkap peristiwa penting di masa lalu yang tersembunyi di alam bawah sadar selama proses konseling.

“Gambar kurang lebih menunjukkan seperti apa diri kita. Gambar adalah ingatan masa kecil.” Sebagai tes proyeksi, CHaD membantu para konselor maupun psikolog menggali pola dan simbol. CHaD sendiri adalah salah satu instrumen yang digunakan dalam proses de-radikalisasi untuk mengungkap informasi 10 mantan pelaku terorisme di Indonesia, terutama pengalaman masa lalu terkait agresivitas,” jelas Roseline.

Pelatihan ini bagian upaya PSI UPJ berkontribusi pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat urban. Selain itu, ini adalah ciri khas UPJ sebagai universitas yang didirikan Kelompok Usaha Pembangunan Jaya yang memiliki lebih dari 55 tahun pengalaman mengembangkan lebih dari 25 kota di Indonesia.

Kepala Program Studi PSI UPJ Gita Soerjoatmodjo mengutip definisi World Health Organization (WHO) tentang kota sehat (healthy cities), berpendapat, “Kota yang terus menerus menciptakan dan meningkatkan lingkungan fisik dan sosial serta mengembangkan sumber daya komunitas yang tersedia untuk saling mendukung satu sama lain mengembangkan fungsi kehidupan dan mencapai potensi maksimal. Penyelenggaraan pelatihan untuk konselor dan psikolog merupakan kontribusi PSI UPJ mewujudkan hal tersebut.

” Salah satu contoh adalah DKI Jakarta sebagai kota yang kini berupaya menempatkan psikolog di kecamatan,” tambahnya.

Komitmen PSI UPJ ditandai dengan seremonia penandatanganan Memorandum of Understanding dengan CHaD International. Para peserta pelatihan juga mendapatkan tanda keanggotaan organisasi CHaD tingkat internasional selama 1 tahun.

 

Asri/rlls

Leave a Reply