BESTTANGSEL.COM, JAKARTA- Bantuan pemerintah pada mereka yang terdampak Pandemi Covid-19 terus dilakukan. Kali ini Direktorat Pemberdayaan Sosial Perorangan Keluarga dan Kelembagaan Sosial, Kementerian Sosial (Kemensos) RI, bekerjasama dengan komunitas pecinta kopi “Brew Brothers” menyelenggarakan  “Pelatihan dan Bantuan Sosial untuk usaha minuman berbasis kopi kekinian. Tahap pertama pelatihan diadakan di Kedai Kopi Sagaleh di Jakarta dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang.

“Pelatihan pertama ini menjadi Pilot Project atau proyek percontohan. Pelatihan ini bertujuan untuk membantu mereka yang terdampak Pandemi, dengan 3 kategori peserta, seperti korban PHK, mereka yang ingin shifting pekerjaan dengan profesi baru seperti para pekerja seni ingin menjadi wira usaha, dan mereka yang ingin mengembangkan usahanya,” tutur Pambudi Prasetyo, salah seorang founder Brew Brothers Coffee  Community.

Pambudi mengatakan bahwa tidak sekadar diajarkan meracik kopi kekinian yang pas, para peserta pelatihan juga akan diberikan alat membuat kopi kekinian, “Bahkan dengan bahan bakunya juga seperti biji kopi yang sudah disangrai, gula aren hingga susu, lengkap dengan botolnya, jadi setelah pulang dari pelatihan ini, mereka sudah bisa berjualan.”

Menurut Pambudi, saat ini kedai kopi atau coffee shop masih menjadi peluang usaha yang menjanjikan. “Dibandingkan dengan restoran, kedai kopi masih ramai dikunjungi orang, dan kopi selalu menarik untuk dikembangkan, karena pencinta kopi itu banyak. Gayung pun bersambut, karena saat ini Kemensos tidak hanya ingin memberi ikan akan tetapi juga pancingnya, agar masyarakat yang terdampak Pandemi bisa kembali bangkit dan ekonomi Indonesia bisa kembali normal,” papar Pambudi.

Selain membantu usaha kecil yang terdampak pendemi, bansos kali ini juga akan mencetak entrepreneur baru. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Andre Hehanusa yang juga founder Brew Brothers. 

“Saat ini ada 1,6 juta pekerja kreatif di Jakarta yang terdampak Pandemi dan mereka sementara tidak bisa bekerja seperti pekerja seni, pekerja di kafe-kafe, padahal mereka ingin segera bekerja. Untuk itu, apa yang diberikan oleh Kemensos ini menjadi jalan bagi mereka para kreatif untuk kembali bisa bekerja dengan menjadi entrepreneur minuman berbasis kopi kekinian yang saat ini masih memiliki peluang tinggi,” ucap Andre.

Sebelum menutup rangkaian kegiatan selama 2 hari tersebut, yakni pada (12-13/11), para peserta pelatihan akan mendapatkan bantuan modal usaha awal berupa fasilitas membuat kopi kekinian, dan para peserta akan dipantau selama 3 bulan ke depan.

“Kita akan liat sejauh mana keseriusan mereka dalam berwira usaha, karena keseriusan mereka akan menjadi pertimbangan bagi kami untuk menggelar pelatihan tahap berikutnya. “Pemerintah akan melihat tingkat keseriusan dan keberhasilan para peserta setelah berwira usaha selama 3 bulan ke depan. Semoga program ini tepat sasaran dan bisa bermanfaat bagi mereka yang terdampak pandemi,” tutup Pambudi. (As)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.