Deklarasi Perluni Alumni Prodi Perencanaan Wilayah & Kota, Institut Teknologi Indonesia di Graha Widya Bhakti, Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan

 

BESTTANGSEL.COM, TANGERANG SELATAN – Sedikitnya 250 alumni Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Indonesia (Prodi PWK-ITI) menggelar Reuni Akbar 33 Tahun di Graha Widya Bhakti Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, 23 September 2017 lalu.

Turut hadir pada acara tersebut, Rektor Institut Teknologi Indonesia Isnuwardianto, Ketua Prodi PWK ITI Budi Haryo Nugroho dan sejumlah dosen beserta staf.

Dengan tema “Satu Cita Menuju Kejayaan PWK ITI”, Isnuwardianto mengungkapkan, saat ini memang sudah saatnya para alumni dan perguruan tinggi untuk saling bersinergi.

“Penyelenggaraan reuni yang digagas oleh para alumni PWK ITI ini kami nilai sangat bagus dan positif. Saya percaya bahwa kejayaan masa depan itu jika alumni dan perguruan tinggi itu bersinergi. Atau sebaliknya, jika alumni dan perguruan tinggi tidak bersinergimaka akan datang ke hancuran di depan,” ujar Rektor ITI Isnuwardianto usai memberikan sambutan di hadapan para peserta Reuni Akbar 33 Tahun PWK ITI.

Sementara itu Ketua Reuni Akbar 33 Tahun PWK ITI Irwan Gustriawan mengaku, acara ini bisa dijadikan momentum demi kemajuan bersama. Apalagi pada saat bersamaan juga telah dideklarasikan wadah ikatan alumni yang bernama Perhimpunan Alumni (Perluni) PWK-ITI.

“Reuni yang inklusif ini sesungguhnya hanya sebagai titik awal bagi para alumni untuk bisa terus berkarya secara komulatif dan terus berupaya memberikan kontribusi positif demi kemajuan bersama,” ungkap Irwan.

Deklarasi lahirnya Perluni PWK-ITI memang sudah ditunggu oleh para Alumni PWK-ITI. Menurut Ketua Perluni PWK-ITI Faisal Rustam, sebagai suatu wadah alumni yang baru lahir, Ia dan pengurus mengaku siap menjalankan program kerja yang sudah diamanatkan pada Musyawarah Besar melalui konsolidasi internal.

“Kami akan menghimpun alumni yang tersebar dari Sumatera hingga Papua untuk bersama-sama mewujudkan cita-cita dan harapan masyarakat yang berkeadilan dalam pembangunan, khususnya dari aspek Perencanaan Wilayah dan Kota,” ujar Faisal.

Di tempat yang berbeda, Presiden Republik Indonesia Ketiga B.J. Habibie yang ditemui Alumni PWK ITI di rumahnya, mengungkapkan, untuk membangun suatu bangsa tidak bisa diandalkan dari sumber daya manusia yang menekuni satu bidang saja. Karena masalah bangsa itu beraneka ragam, dan semua itu harus diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Oleh karena itu bukan tidak cukup hanya direncanakan saja, tapi harus pandai mengimplimentasi semua unsur untuk peningkatan kualitas kehidupan dari masyarakat.

Menurut Habibie, reuni suatu universitas itu sangat menarik. Karena ini merupakan konsolidasi dari mereka yang telah menikmati nilai tambah pribadi sehingga jadi lebih unggul dari sebelumnya.

“Reuni dimulai dimana saja, dari mana saja dan oleh siapa saja. Tapi khususnya Reuni Akbar 33 Tahun Planologi Institut Teknologi Indonesia ini bisa menjadi salah satu inisiatif untuk menjadi ujung tombak merangkul semua kekuatan yang ada di Indonesia untuk bersama-sama bergotong-royong memperjuangkan kepentingan rakyat dan untuk rakyat,” kata Habibie yang juga dikenal sebagai pendiri Institut Teknologi Indonesia.

 

BR

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.