BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan-  Setelah digelar selama empat hari sejak 3 Oktober 2019, kegiatan Puspiptek Innovation Festival (PIF) 2019 ditutup pada Minggu, 6 Oktober 2019 di Halaman Gedung Graha Widya Bhakti Puspiptek, Setu, Tangsel. Hadir dalam prosesi penutupan tersebut, Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie.

Kepala Puspiptek Sri Setiawati mengatakan, PIF 2019 yang bertemakan innovation without limit ini mengartikan bahwa tidak ada inovasi yang tidak dapat dihadirkan oleh siapa pun.

“Jadi jangan katakan lagi bahwa orang tidak bisa melakukan inovasi. Karena inovasi dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja, saat ini kemajuan teknologi sudah banyak membantu dan memudahkan kita,” kata Sri.

Masyarakat dapat menghasilkan kreativitas dengan teknologi saat ini. Jadilah orang produktif, jangan hanya jadi konsumen saja.
Jadilah bangsa yang berinovasi sehingga kita dapat terus berkembang menjadi negara maju.

Kepala Puspiptek Sri Setiawati (kiri), memberikan hadiah secara simbolis kepada pemenang ajang PIF 2019, (6/10).

“Orang Indonesia itu semuanya kreatif. Saat ini sudah banyak startup yang mampu mengembangkan usahanya dengan bermodalkan handphone dan internet. Di era saat ini semua bisa dilakukan dan dikembangkan asal ada kemauan,” imbuhnya.

“PIF 2019 ini ajang kita melihat dan mengembangkan inovasi kita. PIF 2019 ini merukan tempat bagi kita untuk menimba ilmu pengetahuan dan teknologi,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan bahwa masyarakat baik yang berada di Tangsel maupun di luar Tangsel, sangat antusias menghadiri PIF 2019. Dalam kesempatan tersebut Benyamin juga memberikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan, serta kepada semua peserta lomba.

“Saya ucapkan selamat yang telah berhasil menjadi juara di tahun 2019 ini. Inovasi tanpa batas memang benar adanya, siapa pun bisa melakukan inovasi,” kata Benyamin.

Dia juga mengatakan bahwa PIF akan menjadi ajang kesempatan putra putri kita untuk membuktikan dirinya bahwa kemampuan inovasi ada dalam dirinya. Karena sumber inovasi yang pertama adalah iman dan taqwa, yang kedua adalah mengolah fikir.

“Hasil olah fikir tersebut di uji teknis di lembaga puspiptek, sehingga kedepan kita kembangkan dan bisa mampu memberi manfaat untuk masyarakat luas,” jelasnya.

Dengan dukungan Puspiptek dan semua pihak, Benyamin berharap akan menemukan lagi temuan baru yang bersumber baik dari berbagai usia dan lainnya.

“Akan banyak temuan yang bisa kita bangkitkan. Ini adalah sebuah ajang yang menyandingkan semua kemampuan masyarakat kita. Kami Pemkot Tangsel sangat berharap Tangsel dengan inovasi-inovasi nantinya akan memberikan daya saing bagi masyarakat,” paparnya. (*)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.