BESTTANGSEL.COM, TANGSEL- Dosen Ekonomi Syariah Universitas Pamulang (UNPAM) telah menggelar dua kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada Minggu (09/06/2024), kegiatan ini dilaksanakan di Musholla Al-Barkah perumahan Pondok Fauzi 3 Bojongsari Depok.

Kegiatan dengan tema sosialisasi dan pendampingan produk halal ini dihadiri oleh para dosen, mahasiswa, dan pelaku UMKM yang ada di Perumahan Pondok Fauzi 3.

Dalam Sambutannya, Fitri Sagantha mengatakan bahwa PkM merupakan salah satu Tridharma yang harus dilaksanakan oleh dosen, selanjutnya Fitri menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini dengan pengambilan tema sosialisasi dan pendampingan produk halal, agar produk yang di hasilkan oleh ibu-ibu Pondok Fauzi 3 bisa didaftarkan pada Halal MUI.

“Negara Indonesia merupakan negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tentu dalam hal ini umat Islam harus memperhatikan makanan atau minuman yang dikonsumsi merupakan produk yang halal atau tidak.” Ujar Fitri.

Endita selaku perwakilan Ibu-Ibu UMKM Pondok Fauzi 3 dalam sambutannya mengatakan bahwa, kegiatan ini sangat membantu masyarakat yang mempunyai usaha kecil agar produk yang di hasilkan bisa di pasarkan dan sampai bersertifkat halal, “Saya berharap ibu-ibu yang sudah memiliki produk agar bisa didaftarkan Halal MUI untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik masyarakat terhadap produk yang dijual.” Ucap Endita

Pemateri dalam acara ini adalah Restiana Gustiana dan Maria Ulfa yang merupakan dosen Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam UNPAM. Dalam pemaparannya, Restia menjelaskan tentang sertifikasi halal dalam produk UMKM “Dosen merupakan kaki tangan pemerintah dalam hal labelisasi halal MUI, ini bertujuan agar semua usaha produk UMKM memiliki sertifikat halal pada produknya. Dalam penentuan kehalalan dan keharaman produk tidak hanya di dasarkan pada asumsi rasa suka ataupun tidak suka, tetapi harus memenuhi standarisasi yang berlandaskan prinsip-prinsip syariah” ujar Restia

Restia melanjutkan penjelasannya, dalam proses pendaftaran Labelisasi Halal MUI tentu ada hal-hal yang harus diperhatikan, seperti produk yang kita miliki betul-betul berasal dari bahan baku yang halal, apabila suatu produk memanfaatkan bahan dari babi atau turunannya (intifa’) maka otomatis menjadi haram dan tidak bisa diproses pengajuan Halal MUI. Apabila tercampurnya suatu produk dengan bahan najis non babi (ikhtilath), seperti produk yang di dalam proses produksinya menggunakan media yang bahannya berasal dari bahan najis non babi, maka dalam proses setelahnya harus ada pencucian yang sesuai dengan ajaran Islam.

Pemateri ke dua disampaikan oleh Maria Ulfa tentang dampak dari labelisasi halal MUI “Apabila ibu-ibu sudah memiliki label Halal pada produk yang ibu miliki ini dapat membentuk citra merek yang positif karena mampu meningkatkan kepercayaan serta memunculkan rasa aman dan nyaman terhadap konsumen. Labelisasi halal juga bisa menciptakan persepsi positif terhadap citra merek yang telah dibangun di benak konsumen serta mampu merangsang minat beli konsumen.” Ujar Maria.

Setelah narasumber menyampaikan materinya, dibuka sesi tanya jawab. Ibu-ibu sangat antusias pada materi yang disampaikan, terbukti dengan banyaknya ibu-ibu yang bertanya pada kegiatan ini. Kegiatan ini ditutup dengan do’a dan sesi foto bersama. (red/rlls)

Leave a Reply