BESTTANGSEL.COM, Jakarta- Dalam era digital yang semakin berkembang pesat, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan memainkan peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh, mempromosikan industrialisasi yang inklusif, serta mendorong inovasi dan berkelanjutan. Indonesia, dengan lebih dari 270 juta penduduk, merupakan pangsa pasar besar bagi industri teknologi informasi, termasuk AI.

Berdasarkan data Datareportal 2023, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 212 juta orang (77% penetrasi), 167 juta pengguna media sosial (60% populasi), dan terdapat 353 juta sambungan seluler aktif. Survei Ipsos pada Mei-Juni 2023 menemukan bahwa 75% masyarakat Indonesia antusias terhadap produk dan layanan AI, sementara 78% meyakini AI memiliki lebih banyak kelebihan dibandingkan kekurangannya.

Pemanfaatan AI diyakini dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan mendorong inovasi, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 9, yaitu: industri, inovasi, dan infrastruktur.

Menurut studi Kearney 2020, pemanfaatan AI diproyeksikan menyumbang peningkatan PDB Asia Tenggara sebesar 1 triliun dolar AS pada tahun 2030. Bagi Indonesia, AI diharapkan dapat menyumbang 12% peningkatan PDB nasional, atau sekitar 366 miliar dolar AS pada tahun 2030. Namun, untuk mencapai potensi ini, diperlukan infrastruktur digital yang dapat diandalkan dan aman, sumber daya manusia dengan keterampilan digital, dan penerapan standar AI yang sesuai kebutuhan dan tertelusur dengan ekosistem internasional.

Kehadiran AI juga membawa tantangan terkait perlindungan data pribadi, kesenjangan persyaratan yang diberlakukan di standar antarnegara, dan manajemen data, khususnya interoperabilitas data. Penerapan standar AI akan membantu mempercepat pencapaian SDGs, meningkatkan keamanan digital, serta mewujudkan tata kelola global yang mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi digital. Melalui penerapan standar, Indonesia dapat memperkuat posisinya dalam revolusi digital global.

Baru-baru ini, tepatnya akhir Agustus 2024, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) kembali meraih penghargaan di ajang bergengsi Stevie Awards 2024 untuk kategori HR Department of the Year. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Indosat dalam mengembangkan dan mengimplementasikan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sehingga karyawan tidak menjadikan AI sebagai ancaman, melainkan sebagai sahabat. Hebatnya, Indosat menjadi satu-satunya perusahaan dari Indonesia yang memenangkan kategori ini.

Stevie International Business Awards adalah program penghargaan global yang diselenggarakan oleh sebuah organisasi yang berbasis di Amerika Serikat. Penghargaan ini mengakui prestasi dalam berbagai aspek di tempat kerja di lebih dari 60 negara. Penilaian dilakukan oleh panel juri yang terdiri dari eksekutif dan profesional terkemuka dari seluruh dunia.

Patut diketahui bahwa, Indosat telah mengimplementasikan AI dan Robotic Process Automation (RPA) untuk meningkatkan produktivitas karyawan dengan mengambil alih tugas-tugas repetitif. Tugas administratif yang sebelumnya membutuhkan waktu satu hari kini hanya memerlukan waktu sepuluh menit.

Indosat juga telah memiliki asisten virtual AI bernama “ASTRID” (Assistant for Robotic Administration Indosat), yang tidak hanya mampu mengelola data, mengintegrasikan aplikasi untuk menghasilkan talent predictive analytics, tetapi juga mampu menunjukkan empati dengan menjawab pertanyaan harian karyawan dan mengirim pesan dukungan yang personal kepada karyawan-karyawan yang membutuhkan. Hingga saat ini, lebih dari 3.100 pesan telah dikirim, menciptakan komunikasi yang kuat dan personal antara Indosat dan para karyawannya.

Menurut Irsyad Sahroni, Director and Chief Human Resource Indosat Ooredoo Hutchison, melalui siaran persnya pada, (30/8/2024), penghargaan ini adalah bukti komitmen Indosat untuk membangun organisasi yang siap menghadapi masa depan. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional dan mencerminkan kepedulian Indosat tetapi juga mempersiapkan karyawan untuk lebih gesit dalam menerapkan teknologi canggih di operasional.

Seharusnya, kata Irsyad, “Karyawan melihat AI bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas kerja mereka dan, yang lebih penting, sebagai keunggulan kompetitif yang meningkatkan nilai mereka sebagai talenta. Kami percaya bahwa teknologi harus sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan menjadi solusi digital yang memberikan dampak positif bagi semua. Dan, ini yang terjadi di Indosat.”

Irsyad juga mengungkapkan bahwa Indosat juga telah menerapkan teknologi berbasis machine learning dan generative AI, yang digunakan untuk mengembangkan Career Simulator, yang dapat membantu karyawan Indosat merencanakan karir agar lebih terarah. Machine learning dan generative AI yang diaplikasikan kepada seluruh karyawan Indosat, dapat merekomendasikan program pengembangan yang tepat untuk mencapai tujuan karir.

“Dengan adanya AI empatik ini, karyawan dapat lebih fokus pada pekerjaan strategis, pengembangan diri, memperkuat relasi, dan mencapai kesejahteraan yang lebih seimbang. Sebagai hasilnya, tingkat kepuasan karyawan mencapai 94% dan Employee Net Promoter Score (eNPS) yang tinggi mencerminkan loyalitas dan komitmen yang tinggi kepada perusahaan,” papar Irsyad.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat kami untuk terus menghadirkan inovasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang terbaik. Hal ini merupakan bagian proses internalisasi cita-cita transformasi Indosat menjadi AI Native TechCo,” tandas Irsyad.

Langkah Membumikan AI

Pengembangan teknologi AI tidak hanya diimplementasikan di internal perusahaan, tapi juga kepada seluruh stake holder. Di antaranya dengan menggelar Banking AI Day, yakni sebuah forum pelopor yang dirancang untuk membentuk masa depan perbankan dan layanan keuangan di Indonesia melalui kekuatan transformatif kecerdasan buatan (artificial intelligence). Acara ini bertujuan untuk menginspirasi, melibatkan, dan mendorong inovasi, serta memosisikan Indonesia sebagai pemain utama dalam komunitas AI global.

Banking AI Day berfungsi sebagai platform dinamis di mana para pemimpin mulai dari pemerintahan, pemangku kepentingan industri, dan pembuat regulasi berkumpul untuk menjelajahi potensi besar AI dalam merevolusi sektor perbankan.

Banking AI Day melibatkan berbagai pihak penting, termasuk Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta lembaga keuangan terkemuka, dan menyoroti peran strategis AI dalam meningkatkan daya saing serta kesiapan masa depan sektor keuangan Indonesia.

Forum ini juga menekankan pentingnya adopsi AI di seluruh industri perbankan dan layanan jasa keuangan, dengan fokus pada kemampuannya untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat keamanan data, mempercepat penggunaan teknologi, dan meningkatkan pengalaman pelanggan ke tahap yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Dengan mengadopsi AI ke dalam proses bisnis inti, lembaga keuangan dapat sepenuhnya mengoptimalkan potensi ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang, mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, serta memastikan layanan yang lebih aman, efisien, dan berfokus pada pelanggan.

Vikram Sinha, Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan visinya, bahwa tujuan utama Indosat adalah memberdayakan Indonesia.

“Banking AI Day merupakan bukti nyata dari komitmen kami untuk mengubah sektor perbankan menjadi salah satu pilar utama pengembangan ekonomi Indonesia. Dengan AI di genggaman kami, kami yakin dapat membuka peluang tanpa batas, mendorong Indonesia menuju pencapaian Visi Indonesia Emas 2045. Kami juga sangat bangga memimpin upaya membawa kedaulatan AI ke Indonesia, mengarahkan bangsa ini menuju kemandirian dalam ranah digital dan teknologi,” tuturnya pada, (21/9/2024).

Vikram Sinha, Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, dalam gelaran Banking Al Day.

Vikram juga menjelaskan peran Indosat dalam transformasi AI, tidak hanya sebatas pada penyelenggaraan acara Banking AI Day, namun juga melalui ekosistem teknologi komprehensifnya, termasuk Pusat Data canggih oleh BDx Indonesia yang memiliki total kapasitas IT 150MW+ di sepuluh fasilitas kolokasi netral operator di Indonesia.

Secara global, Indosat juga telah membangun pusat AI terbesar di Indonesia melalui Lintasarta sebagai anak perusahaan Indosat.

Lintasarta akan menghadirkan pabrik AI (AI Factory) ke dalam ekosistem melalui GPU Merdeka yang didukung oleh NVIDIA, sebagai cloud AI berdaulat terdepan, serta berbagai inisiatif berbasis AI lainnya. Indosat akan mendorong kolaborasi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

“Indosat tidak hanya memimpin transformasi “TechCo” yang berbasis AI tetapi juga memberdayakan ekosistem startup Indonesia yang dinamis. Dengan mendorong inovasi, meningkatkan keamanan data, serta mengembangkan talenta lokal, Indosat berkontribusi menciptakan masa depan di mana startup dan lembaga keuangan Indonesia dapat berkembang di tengah persaingan global dalam bidang AI,” harap Vikram.

“Dengan AI di genggaman kami, kami yakin dapat membuka peluang tanpa batas, mendorong Indonesia menuju pencapaian Visi Indonesia Emas 2045. Kami juga sangat bangga memimpin upaya membawa kedaulatan AI ke Indonesia, mengarahkan bangsa ini menuju kemandirian dalam ranah digital dan teknologi,” tutup Vikram. (red/*)

Leave a Reply