BESTTANGSEL.COM, DEPOK – Hasil Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) 2019 yang dihelat Pusat Peragaan Iptek (PP-IPTEK), Kementrian Riset, Teknologi. Dan Pendidikan Tinggi (Kemenriatekdikti), di Lapangan Rotunda UI Depok mengumumkan, Nuti Nawaty Nur (15) siswa SMA Darul Hijrah Putri Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi peraih juara pertama. Untuk itu, Nuti akan maju mewakili Indonesia di ajang Kompetisi Roket Air Internasional (KRAI) 2019 November mendatang yang akan berlangsung di Jepang.

Nuti sukses menggeser 136 peserta KRAN 2019, dengan scor 1,22 (m) mendekati zona sasaran. Di bawah Nuti, PP IPTEK menetapkan Ferdian Irawan P, siswa kelas 10 MAN 3 Tambak Beras Jombang sebagai juara kedua dengan score 2,49 mendekati target. Dan untuk juara ke 3 diraih Zalfa Naila Az Zahra dengan score 2,89 mendekati target sasaran, Zalfa berasal dari MTSN 1 Pontianak.

Peluncuran roket air di Lapangan Rotunda UI Depok oleh para peserta KRAN 2019.

Ditemui usai menerima piala dan plakat penghargaan, Nuti menceritakan pengalamannya sehingga menjadi seorang juara. “Butuh kesabaran dan ketelitian. Untuk lomba ini saya menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk membuat 2 roket air.”

Nuti mengatakan bahwa sejak menang sebagai juara pertama regional atau KRAR 2019 yang diselenggarakan di daerah asal, Nuti terus berlatih dan mempersiapkan diri untuk mengikuti KRAN 2019. “Persiapannya sudah sejak 3 bulan, dan latihan secara intensif selama 1 bulan dibantu oleh para guru pembimbing, Alhamdulillah hasilnya memuaskan,” ujar Nuti yang akan kembali berlatih agar bisa menang di Jepang.

“Semoga bisa menang di ajang internasional, sehingga bisa mengharumkan Indonesia,” pungkas Nuti.

Direktur PP-IPTEK, Kemenriatekdikti M Syachrial Annas, di sela acara mengatakan, “Saat ini masyarakat khususnya sekolah-sekolah sudah mulai mengetahui adanya kompetisi science khususnya pembuatan roket air. Mereka diharapkan juga tahu dan mau mengajak para pelajar untuk berkunjung ke Pusat Peraga IPTEK yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai pusat Science untuk menambah wawasan dan pengetahuan para pelajar.”

“PP IPTEK juga merencanakan untuk melakukan kerjasama dengan sekolah-sekolah se-DKI Jakarta untuk belajar tentang science di PP IPTEK yang saat ini sudah memiliki banyak wahana aktraktive hingga digital,” imbuhnya.

Diketahui PP-IPTEK sudah menyelenggarakan kompetisi roket air dari tahun 2006, sekaligus PP-IPTEK menjadi tuan rumah Kompetisi Roket Air Intemasional (KRAI) dengan acara bertajuk 2‘“1 Water Rocket Fun International bekerja sama dengan JAXA dan Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN).

Kabag Humas LAPAN, Jasyanto saat menghadiri KRAN 2019.

Hadiri penutupan KRAN 2019, Kabag Humas LAPAN, Jasyanto mengatakan bahwa Indonesia telah dikenal dan selalu mendapat apresiasi dari berbagai negara, hal ini dikarenakan kegigihan para pelajar yang terus meningkatkan kreativitas dan kemampuannya dalam bidang kedirgantaraan, salah satunya adalah pembuatan roket air.

“Meski begitu, jangan dilupakan bahwa selain selain kemampuan membuat roket air yang baik, faktor cuaca atau angin juga menentukan. Oleh sebab itu, bagi para peserta lomba selain berlatih membuat roket air, dia juga harus banyak berdoa agar cuaca mendukung,”‘pesan Jasyanto. (asri)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.