BESTTANGSEL.COM, Surabaya – PT Penjaminan Jamkrindo Syariah telah melakukan penandatanganan kerjsama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk Unit Usaha Syariah. Penandatanganan dilaksanakan di Kantor Pusat BPD Jatim di Surabaya, pada Minggu 8 Oktober 2018.

Penandatangan ini merupakan perpanjangan kerjsama yang sebelumnya ditandatangani tahun 2015 dan berakhir di tahun 2018. Kinerja selama 3 (tiga) tahun tersebut telah mencapai volume penjaminan sebanyak Rp 2,196 Triliun.

Perjanjian tersebut ditandatangani olehGatot Suprabowo selaku Plt Direktur Utama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah dan Achmad Sonhadji selaku Direktur Operasional PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, sementara Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Unit Usaha Syariah diwakili oleh R. Soeroso selaku Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, beserta Direktur Ritel Konsumer & Usaha Syariah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, Tony Sudjiaryanto.

Penandatangan tersebut juga dihadiri oleh Su’udi (Direktur Menengah & Korporasi BPD Jatim), Hadi Santoso (Direktur Kepatuhan & Human Capital BPD Jatim), Rizyana Mirda (Direktur Manajemen Risiko BPD Jatim), sertaPimpinan dan Staf dari kedua belah pihak.

Kerjasama penjaminan tersebut meliputi;  Penjaminan (Kafalah) Kontra Bank Garansi, Penjaminan (Kafalah) Pembiayaan Kontruksi dan Pengadaan Barang /Jasa, Penjaminan (Kafalah) Pembiayaan Umum, Penjaminan (Kafalah) Pembiayaan Multiguna/ Konsumtif, Penjaminan (Kafalah) Pembiayaan Kepemilikan Rumah (PPR), Penjaminan (Kafalah) Pembiayaan Properti (PP) KPR iB Griya Barokah, Penjaminan (Kafalah) Pembiayaan Kepemilikan Emas, Penjaminan (Kafalah) Pembiayaan Umrah iB Maqbula.

Dalam siaran persnya hari ini, Rabu (07/11), Gatot Suprabowo selaku Plt Direktur Utama PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, mengatakan bahwa kerjasama tersebut dapat memberikan kontribusi bagi pencapaian target bisnis Jamkrindo Syariah dan PT BPD Jawa Timur, khususnya Unit Usaha Syariah.

“Target penjaminan PT Jamkrindo Syariah pada tahun 2018 adalah sebesar Rp 13,8 triliun dengan target laba Rp 18,9 miliar. Sampai dengan posisi 30 September 2018, volume penjaminan mencapai Rp 16,34 triliun (117,85% dari RKAP 2018) sedangkan laba pada posisi yang sama telah mencapai Rp 20,67 miliar (109,16 % dari RKAP 2018),” papar Gatot.

Gatot juga mengungkapkan berbagai manfaat yang bisa dipetik dari kerjasama tersebut. “Manfaat untuk Jamkrindo Syariah selaku penjamin adalah menerima imbal jasa berupa fee yang akan dibukukan sebagai pendapatan perusahaan penjamin. Sementara, manfaat bagi Terjamin  (debitur yang dijamin) adalah apabila tanpa penjaminan belum tentu mendapatkan pembiayaan dari Bank karena persyaratan yang tidak bankable. Dengan adanya penjaminan persyaratan yang tidak bankable menjadi bankable selanjutnya, terjamin akan menerima pembiayaan dari Bank yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnisnya. Dan, apabila terjadi default maka kewajiban terjamin akan berhenti kemudian penjamin akan meng-cover beberapa kali angsuran dari terjamin kepada Bank,” jelas Gatot.

Sementara R. Soeroso selaku Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk mengungkapkan manfaat kerjasama tersebut bagi BPD Jatim Unit Usaha Syariah (UUS) selaku penerima jaminan akan menambah jumlah customer based karena calon debitur yang memiliki collateral  yang tidak bankable kemudian menjadi bankable, dengan demikian Bank bisa melakukan ekspansi bisnisnya sehingga penyaluran pembiayaan bisa meningkat tanpa menghilangkan aspek kehati-hatian (prudential).

“Dengan pembiayaan yang dijamin oleh penjamin, maka perhitungan risiko dalam menghitung ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko) pada sebuah bank menjadi lebih kecil bobot risikonya sehingga CAR akan meningkat karena CAR diperoleh dari perbandingan antara modal dengan ATMR dimana dengan modal yang tetap namun ATMR menurun maka CAR menjadi lebih besar sehingga kapasitas lending bank menjadi lebih besar,” pungkas Soeroso.

 

Asri/rlls

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.