BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) telah dipandang cukup maju dalam penguasaan teknologi nuklir dan pemanfaatannya oleh negara-negara di Afrika. Hal ini dibuktikan dengan kunjungan para National Liassion Officer (NLO) dari negara-negara di Kawasan Afrika ke BATAN.

Menurut rencana pada kunjungan yang dilaksanakan mulai 8 – 11 Oktober 2018 tersebut, para delegasi Afrika akan berkunjung ke semua fasilitas nuklir yang dimiliki BATAN yakni Kawasan Nuklir Ps. Jumat, Serpong, Bandung, dan Yogyakarta. Tidak sekadar berkunjung, rombongan dari Afrika juga akan mengikuti workshop dan pelatihan tentang pendayagunaan nuklir untuk Radio Farmaka BATAN.

Saat membuka workshop tersebut yang digelar di Grand Zuri BSD Tangsel, Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, mengatakan, kunjungan ini merupakan tindak lajut dari penandatanganan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya.

“Yang melatarbelakangi kunjungan ini adalah posisi BATAN (Indonesia) yang dipandang sudah cukup maju dalam penguasaan teknologi nuklir khususnya non energi. Selain itu, kunjungan ini merupakan tindak lanjut penandatanganan practical arrangement antara Menristekdikti dengan Dirjen Badan Tenaga Atom Internasional/International Atomic Energy Agency (IAEA) pada 5 Februari 2018, dimana Indonesia akan membantu negara berkembang lainnya dalam kerangka kerja sama selatan-selatan,” ujar Djarot, Senin (08/10/2018).

Pada kunjungan tersebut, BATAN juga akan menyampaikan beberapa capaian dari program penelitian dan pengembangan dalam rangka penguasaan teknologi nuklir yang dilakukan BATAN di berbagai bidang, yakni pertanian, pangan, kesehatan, lingkungan, industri, reaktor riset, dan pendidikan Sumber Daya manusia. Hal penting yang harus disampaikan kepada delegasi Afrika adalah, saat ini BATAN telah menjadi collaborating center untuk dua bidang sekaligus yakni bidang pemuliaan tanaman dan uji tak merusak. Capaian ini menempatkan Indonesia menjadi satu-satunya negara di dunia yang menjadi Collaborating Center untuk dua bidang sekaligus.

Menurut Djarot, kunjungan ini merupakan sesuatu yang sangat penting, dimana BATAN sebagai lembaga yang bergelut dengan penguasaan teknologi nuklir dapat mengenalkannya kepada negara-negara di Afrika.

“Pertemuan ini adalah bentuk pengenalan apa saja yang kita kuasai yang dapat dipelajari oleh negara-negara Afrika tersebut. Apabila mereka tertarik dengan pemanfaatan teknologi nuklir di bidang tertentu, maka dapat ditindaklanjuti dengan bentuk kerja sama,” lanjutnya.

Kunjungan ini juga berarti sebagai upaya BATAN membantu pemerintah dalam memperkuat kerja sama dengan negara-negara di Afrika. Harapannya, BATAN dapat berkontribusi dalam upaya memperkuat kerjasama dalam rangka membangkitkan kembali semangat Asia-Afrika, dan menunjukkan bahwa BATAN telah mampu berkiprah di dunia internasional sebagai technology provider yang mendukung visi BATAN saat ini yakni Unggul di tingkat regional dalam percepatan kesejahteraan menuju kemandirian bangsa.

 

Asri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.