BESTTANGSEL.COM, SETU TANGSEL- Kondisi Mika Oktavia alias Olip (5), warga RT 16/5 Kelurahan Setu Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan sungguh memprihatinkan. Kondisi kaki sebelah kanannya memburuk setelah mendapat musibah digigit ular jenis Calloselasma rhodostoma atau ular tanah saat sedang bermain di dalam rumah bagian belakang pada 16 September lalu.

Ditambah lagi, Olip berasal dari keluarga tidak mampu. Ia dan keluarganya tinggal di rumah semi permanen. Pekerjaan ibunya hanyalah seorang pemulung, sedangkan ayahnya tidak memiliki pekerjaan tetap atau pengangguran.

Yoyon, orang tua Olip menceritakan, anak perempuannya itu digigit ular ketika sedang berada di ruang belakang rumah. Diketahui, bagian bawah tembok rumahnya yang terbuat dari triplek bolong, sehingga ular bisa masuk ke dalam rumah. Di perparah lagi, rumahnya juga berada di tengah kebun yang banyak pepohonan dan semak, sehingga memungkinkan ular berkembang biak.

“Karena dekat dengan kebun, dan rumah juga hanya terbuat dari triplek, jadi binatang liar mudah masuk ke dalam rumah saya, termasuk ular berbisa,” tutur Yoyon saat menerima bantuan dari Relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI – NU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Pasca digigit ular berbisa, kaki Olip membengkak hingga ke bagian dengkul. Melihat kondisi itu, Yoyon langsung membawa anaknya itu ke dokter. Lalu dokter menyuntikkan serum. Setelah disuntik, bengkak pada kaki Olip mulai mengempis. Namun seiring berjalannya waktu, pada bagian kaki bekas gigitan ular tersebut nyaris terjadi pembusukan atau koreng hingga melebar.

“Sekarang udah kering tapi belum sembuh total,” ujarnya.

Yoyon mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian dan bantuan yang diberikan LPBI NU Tangsel. Dia mengatakan bantuan tersebut akan digunakan untuk pengobatan Olip.

Relawan LPBI NU Tangsel Lukman Effendi bersama Ketua Divisi Penanggulangan Bencana LPBI NU Tangsel Zarkasih Tanjung terjun langsung ke tempat tinggal Olip untuk melihat kondisi dan menyampaikan bantuan.

Menurut Lukman, berawal dari informasi yang tersebar di group whatsapp tentang adanya anak kecil yang digigit ular, pihaknya langsung mencari alamat korban untuk memastikan keadaanya. Kemudian keesokan harinya pihaknya datang lagi untuk memberikan bantuan.

“Bantuan yang kami berikan berupa uang tunai untuk pengobatan dan Kopi Jahe dan vitamin C1000 dari Sidomuncul,” ujar Lukman.

Dia menjelaskan, kondisi keluarga Olip sangat memprihatinkan. Dia tinggal di rumah semi permanen karena rumah aslinya mengalami kebakaran dan belum sempat dibangun kembali oleh orang tuanya. Bahkan rumah semi permanen yang ditinggali Olip dan keluarga juga berdiri di atas lahan milik orang lain.
Lukman berharap, Pemerintah Kota Tangerang Selatan bisa memberikan bantuan kepada keluarga miskin tersebut. Mulai dari pengobatan Olip hingga bantuan pembangunan rumahnya yang rusak karena musibah kebakaran.

Sementara, Zarkasih Tanjung mengatakan, LPBI NU Tangsel akan terus berusaha hadir dalam setiap kejadian bencana di Tangsel, termasuk anak kecil digigit ular di Setu. Sebelumnya, pihaknya juga memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Kelurahan Bambuapus Kecamatan Pamulang, dimana korbannya adalah warga kurang mampu juga yang rumah semi permanen dan seluruh harta bendanya ludes terbakar.

“Semoga Hadirnya LPBI NU di Tangsel dapat memberikan dampak positif bagi warga Tangsel,” pungkasnya. (Red/jks)

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.