Penyakit Meningitis Butuh Penanganan Intensif
“Penanganan Meningitis harus dilakukan secara intensif agar tidak menyerang bagian syaraf lain yang dapat menyebabkan cacat atau kematian”
dr. Andreas Harry Sp.S(K)
Radang selaput otak atau Meningitis adalah penyakit yang menjadi bahan perbincangan publik akhir-akhir ini. Berasal dari kata Meningen yang artinya membran pelindung pada otak dan sumsum tulang belakang. Sementara itis yang berarti Radang. Penyebab penyakit ini berasal dari virus, bakteri, jamur dan parasit yang lebih dikenal sejak meninggalnya artis terkenal Olga Syahputra.
Perlu diketahui gejala awal dari penyakit ini adalah demam tinggi, sakit kepala hebat, kaku pada bagian leher, mual dan muntah. Adapun gejala lain seperti fotofobia atau tidak bisa terkena cahaya terang dan fonofobia atau tidak bisa mendengar suara keras. Biasanya, penyakit ini menyerang anak-anak dan balita, bahkan orang dewasa pun bisa terserang penyakit ini.
dr. Andreas Harry, dokter spesialis saraf Omni Hospital Alam Sutera mengatakan, dengan gejala demikian, pasien diharapkan jangan pernah takut untuk melakukan pemeriksaan cairan sum-sum tulang belakang ataupun cairan otak untuk mengetahui jenis penyakit apa yang di derita.
Menurutnya, penyakit tersebut dapat dikatakan menular apabila sudah terjangkit dengan penyakit lain dan data yang didapat dari World Health Organization (WHO) tahun 2010, bakteri meningitis menyerang lebih dari 400 juta orang dengan angka kematian 25%.
Sementara Negara Asia dan Afrika mendominasi adanya penyakit tersebut karena memiliki tingkat kebersihan lingkungan yang belum memadai. Namun, penyakit ini bisa disembuhkan apabila ditangani oleh dokter spesialis yang tepat.
“Penanganan Meningitis harus dilakukan secara intensif agar tidak menyerang bagian syaraf lain yang dapat menyebabkan cacat atau kematian,” tutur dokter yang tergabung di dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) ini.
Pencegahan dari penyakit Meningitis
- Pola Hidup Sehat, seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, tutup hidung dan mulut saat bersin, tidak merokok dan lainnya.
- Makan teratur dan gizi yang seimbang.
- Mengatur pola tidur yang cukup selama 4 sampai 8 jam.
- Melakukan olahraga setidaknya satu sampai dua jam setelah makan selama kurang lebih 20 menit perhari. Ini dilakukan agar kondisi badan stabil dan adanya peregangan otot-otot yang kaku. Tidak perlu berkeringat, seperti olahraga sepeda statis dan lainnya.
- Hindari Stress yang merupakan salah satu faktor yang bisa menimbulkan penyakit meningitis.
Cara ini dilakukan agar kita terhindar dari berbagai jenis penyakit yang akan menyerang tubuh. Selain itu terdapat pemberian vaksin untuk jangka panjang dan antibiotik untuk skala jangka pendek.