BESTTANGSEL.COM, Bali – Ditahun 2017 ini, Ro-cket Pizza Indonesia terpilih sebagai salah satu startup dalam ajang Demoday Food Startup Indonesia (FSI) Bali, yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dalam rangka meningkatkan kapasitas startup subsektor kuliner dan mempertemukan mereka dengan investor.

Direktur Akses Non Perbankan Bekraf Sugeng Santoso mengatakan, Bekraf telah menyeleksi 134 pitch deck dari 700 pendaftar FSI Demoday Bali, dari jumlah tersebut kembali diseleksi menjadi 50 startup kuliner, hingga ditetapkan dalam 10 besar startup pilihan demoday Bali.

“Keunggulannya antara lain ide kreatif dan inovatif, model bisnis menarik, memiliki traction tinggi, dan menarik investor untuk berinvestasi,” terang Sugeng melalui siaran persnya, Senin, 12 Juni 2017.

Chef Abah Doddy, owner Ro-cket Pizza Indonesia mengatakan, Pengalaman wirausaha pemula di bisnis kuliner atau yang sekarang dikenal sebagai food startup, tidak segampang urusan didapur. Selain modal capital, para food startup dihadapkan dengan how to start – how to scale up.

“Bukan sekedar omzet, tapi solusi bagi pembagian nilai ekonomis (economic sharing), karena pasti melibatkan supply chain-distribution chain, penyerapan SDM di produksi, marketing, riset, desain, apps, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ro-cket Pizza Indonesia mempunyai sejarah perjalanan yang unik. Dimulai pada bulan februari 2016, Chef Abah Doddy memulai rintisan usahanya dengan modal 500 ribu rupiah. Usahanya untuk mendapatkan bantuan permodalan mengalami kegagalan disana sini, termasuk penolakan pinjaman dari perbankan. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk membuat usaha kuliner berbasis inovasi.

Setelah satu tahun berjalan, Ro-cket Pizza kini mempunyai asset berupa mesin dan alat produksi senilai 600 juta rupiah dengan omset rata2 perbulan 150 juta. Memiliki jaringan distribusi di beberapa kota di Indonesia dan mulai dilirik sebagai bisnis model outlet waralaba yang menarik dan menjajikan.

“InsyaAllah, habis lebaran kita akan buka outlet ke empat di Banjarmasin. Kita tidak ingin terburu-buru untuk membuka keran waralaba seperti waralaba-waralaba terdahulu. Kita tidak ingin booming sesaat dan mati perlahan-lahan. Misi kita kedepan sangat jelas, Ro-cket Pizza harus menjadi david melawan goliath. Kita ingin menjadi brand local yang menjadi tuan dinegara sendiri, syukur-syukur bisa menjadi model bisnis waralaba Indonesia yang dapat berkembang ke mancanegara dan menjadi pemain bisnis kuliner yang mempunyai daya saing global,” ungkap Chef Abah Doddy.

Cerita Ro-cket Pizza Indonesia sebagai salah satu pemenang Food Startup Indonesia 2017 ini, menjadi angin segar bagi pembangunan ekonomi kreatif di tanah air. Ekonomi kreatif adalah salah satu tulang punggung perekonomian dengan harapan dan potensi yang besar di tahun-tahun mendatang, sehingga pertumbuhan ekonomi nasional tidak lagi bergantung dengan sector migas dan komoditi hasil bumi.
Seperti dinamika perekonomian dunia, banyak negara sudah bergantung dengan asset kreativitas, yang outputnya adalah produk-produk inovatif dan kreatif yang diserap oleh pasar global.

Kuliner adalah salah satu sub sektor dari 12 sub sektor ekonomi kreatif yang mempunyai kontribusi paling besar terhadap PDB nasional yaitu 40 %. Disamping itu makanan bukan lagi sekedar kebutuhan pokok, tapi sudah menjadi life style, dan produk kreatif yang menjadi lifestyle adalah bisnis yang paling menjanjikan dan berpotensi untuk di scale up model bisnisnya.

 

Iyar

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.