img-20161109-wa0040BESTTANGSEL.COM- Diduga membuang limbah sembarangan, Rs. Premier Bintaro membantah melalui suratnya yang dikirimkan pada hari Rabu, 9 November 2016.

M.M. Pringgodani, ST. Msi selaku Marketing Manager menjelaskan dalam suratnya, cairan berwarna merah yang dibuang itu bukan limbah, melainkan dari Chemical PK/Kalium Permangante/formula KMnO4. Cairan tersebut merupakan oksidator kuat yang umum digunakan diantaranya sebagai antiseptic/pembunuh kuman, obat kulit.

“Cairan yang berwarna merah tersebut dalam hal ini digunakan sebagai bahan regenerasi/aktivasi media penyaring besi dan mangan, yang digunakan dalam dunia pengolahan air/water treatment,” ungkap M.M. Pringgodani, ST. Msi dalam isi surat tersebut.

Ia melanjutkan, adapun salah satu spesifikasi teknis dari bahan ini adalah bentuknya berupa serbuk ungu/merah tua kehitaman, yang dimana jika dicairkan akan memberikan dampak warna merah /merah muda tergantung dari tingkat keencerannya.

“Salah satu filter kami menggunakan media Manganese Greensand, serupa dengan Manganese Zeolite, sebagai filter penyaring besi dan mangan, dimana salah satu metode regenerasinya menggunakan PK/Kalium Permanganate/KMnO4. Dengan demikian pada saat filter jenuh dan memerlukan pencucian/backwash dan regenerasi/aktivasi kembali, maka oprator kami akan melakukan proses regenerasi tersebut,” lanjutnya dari isi surat tersebut.

Sisa/residu dari KMnO4 tersebut akan terbawa air cucian filter ke saluran pembuangan yang sesuai, dengan penjelasan, air akan berwarna merah muda/tua tergantung seberapa konsentrasi sisanya.

“Kesimpulannya bahwa kami tidak membuang limbah dalam bentuk darah namun residu KMnO4 yang bekerja sebagai desinfektant,” pungkasnya. (BR)

 

 

Teks : Bani Ramadhan

Foto : Istimewa