BESTTANGSEL.COM, PURWAKARTA – Sebanyak 120 orang bidan yang berasal dari Kerawang, Subang dan Garut ikut dalam seminar Ilmiah yang digelar Siloam Hospital Purwakarta. Seminar yang berlangsung pada Selasa, 25 Juni 2019, bertujuan untuk meminimalisir resiko kematian pada ibu hamil dan melahirkan,

Dalam seminar Ilmiah kali ini, Siloam Hospital Purwakarta menghadirkan pembicara, dr. Tia Indriana,SpOG, dr. Anggia F. Riziamuti, Sp.A, M. Kes , dan dr. Gracia Merryane R.G.R., SpOG. Acara ini juga dihadiri oleh Hj. Yeyen selaku ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) wilayah Purwakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua IBI Purwakarta, Hj Yeyen mengemukakan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan pengalaman kepada para bidan untuk bisa meminimalisir tingkat kematian ibu dan bayi. Selain itu para bidan diharapkan bisa melaksanakan pekerjaannya sesuai dengan aturan sehingga kualitas bidan dapat diperbaiki.

Tentang kesehatan ibu hamil, dr. Tia menjelaskan bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu indikator kehamilan beresiko tinggi. Oleh karena itu, kondisi ini wajib diwaspadai oleh seluruh ibu hamil.

“Hipertensi dalam kehamilan bisa saja ringan, namun jika tidak segera ditangani secara tepat bisa mengakibatkan masalah serius bahkan mengancam nyawa baik ibu maupun janin yang dikandungnya. Sehingga menimbulkan berbagai dampak negatif antara lain seperti; pertumbuhan janin yang terhambat, kelahiran prematur, sampai dapat mengakibatkan bayi meninggal dalam kandungan,” papar dr. Tia.

Sementara tentang penanganan bayi yang baru dilahirkan, dr. Anggia menjelaskan bahwa, saat dilahirkan bayi akan segera memasuki masa transisi untuk mampu bernapas sendiri. Sayangnya, tidak semua bayi bisa beradaptasi dengan baik. Jika bayi mengalami kondisi tersebut, maka resusitasi bayi baru lahir perlu dilakukan untuk membantu pernapasannya, hingga bayi mampu bernapas.

“Umumnya saat bayi baru dilahirkan dokter dan tim medis akan mengeringkan tubuh bayi dan menyelimutinya, menjaga suhu agar tetap hangat dan menempatkan bayi pada posisi yang benar. Kemudian berikan aliran oksigen kepada bayi baru lahir, sambil dilakukan observasi atau pemantauan pada bayi yang baru lahir,” jelas dr. Anggia.

Ketua IBI Purwakarta, Hj Yeyen berkesempatan hadir dalam seminar Ilmiah untuk para bidan.

Masalah infertilitas (kemandulan) juga menjadi bahasan dalam seminar kali ini, terkait infertilitas, dr. Gracia memberikan penjelasan bahwa Infertilitas adalah kegagalan untuk hamil setelah sekitar satu tahun melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kondom. Kondisi ini dapat mempengaruhi sekitar 15% pasangan pada usia reproduksi.

Menurutnya kemandulan dapat disebabkan oleh masalah pada suami atau istri, atau kombinasi faktor-faktor yang dapat mengganggu kehamilan.

dr. Gracia juga mengungkapkan bahwa selain program bayi tabung, penanganan infertilitas juga dapat dilakukan juga dengan cara inseminasi buatan, yaitu dengan menyuntikan sperma langsung ke rahim dengan bantuan kateter. Tingkat keberhasilan inseminasi buatan lebih tinggi daripada metode lain.

“Prosedurnya sangat sederhana dan cocok untuk orang dengan kondisi sperma berkualitas rendah atau untuk wanita yang menghasilkan antibodi terhadap sperma,” tutupnya.

 

Asri/rlls

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.