BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Mimpi besar yang ingin dicapai seseorang, menjadi motivasi utama untuk meraih kesuksesan. Kejujuran hati dan tekad yang kuat adalah kunci sukses yang diraih oleh Wagimin, salah seorang pedagang ayam di Pasar Modern BSD City (Pasmod BSD), Tangerang Selatan.

Dijumpai saat berdagang, Wagimin dengan ramah menceritakan kisah suksesnya di sela-sela kesibukannya melayani pelanggan. ‘’Saya memutuskan berjualan ayam karena ingin memperbaiki ekonomi bapak dan ibu saya sebagai Petani di Kebumen Jawa Tengah. Tahun 1992 saya merantau ke Jakarta, dan bekerja sebagai pelayan kedai bakso di daerah Tanjung Duren, “ tutur pria kelahiran tahun 1976 ini, mulai bercerita.

Lama menjadi pelayan bakso, Wagimin mendapat kesempatan membantu usaha dagang ayam potong milik orang lain, dengan upah Rp 400 ribu perbulan. “Selama 9 tahun saya bekerja pada pengusaha ayam potong, banyak sudah ilmu yang saya dapatkan. Bermodalkan sedikit uang hasil menabung sebesar Rp 500 ribu, dan ilmu yang saya miliki akhirnya saya nekad memulai usaha dagang ayam potong sendiri,” ungkap Wagimin, yang hanya lulusan sekolah dasar.

“Saya mulai berjualan ayam pertama kali di pasar modern BSD City di tahun 2004, dan diawal hanya bermodalkan sebesar Rp 500.000 untuk menyewa lapak ukuran  2 x 2 Meter,” ucap Wagimin yang kini beromzet lebih dari 24 juta per hari.

Menurut Gimin kejujuran adalah modal utama yang dia miliki. Bermodalkan kepercayaan dari kejujuran itu, Gimin diperbolehkan mengambil ayam terlebih dahulu di sebuah peternakan yang ada di daerah Ciputat,  dan membayarnya nanti setelah ayamnya terjual.

Merintis sebuah usaha tentu harus melalui jalan yang berliku dan tidaklah mudah. “Saya  setiap  jam 8 malam menginap di kandang ayam di sebuah peternakan ayam. Kemudian jam 3 dini hari mulai memilih ayam kualitas bagus dan memotong ayam segar siap jual untuk dibawa ke Pasmod BSD . Itu saya jalani selama beberapa tahun.”

Di awal usahanya Gimin hanya dapat menjual sekitar 30 sampai 40 ekor ayam per hari, tetapi seiring dengan usaha yang keras, kini Gimin mampu menjual hingga 700 ekor per hari.

“Saya selalu menepati janji ke pemilik peternakan soal waktu pembayaran ayam, jika itu dilakukan insya Allah usaha kita lancar,” ujar ayah dua anak ini sambil tak henti mengucap Hamdallah.

Wagimin juga mengungkapkan rasa syukur dengan dibangunnya Pasmod BSD. “Alhamdulillah, berkat adanya Pasar Modern ini BSD juga jadi semakin maju, pengunjung tidak hanya warga BSD tetapi juga banyak yang dari luar kawasan. Banyak orang datang ke Pasar Modern BSD, karena di pasar ini pengunjung bisa apa saja, makan, belanja dan lain sebagainya, hal ini karena Pasar Modern BSD adalah pasar yang bersih, lengkap dan nyaman. Semakin banyak pengunjung maka pedagang juga akan semakin untung,” jelas Gimin.

Meski awalnya tidak menyangka bahwa akan meraih kesuksesan seperti sekarang, Gimin yang saat ini memiliki 7 orang karyawan ini tidak menjadikan keterbatasan pendidikan dan ekonomi sebagai hambatan baginya meraih impian. Dengan hanya bermodalkan kepercayaan, kejujuran, dan semangat bekerja, Gimin juga berhasil mengangkat derajat ekonomi keluarganya di kampung. Bahkan, 3 orang saudaranya juga mengikuti jejaknya yaitu berjualan ayam segar dan mereka kini juga telah memiliki lapak sendiri di pasar yang ada di wilayah Jabodetabek. Semoga kisah ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua.

 

Asri

 

 

 

 

 

Leave a Reply