Peresmian Biomassa

Mengukuhkan komitmennya sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan, PT Summarecon Agung Tbk, melalui unit usahanya Summarecon Serpong selaku Investor, bekerjasama dengan PT Shinko Teknik Indonesia selaku Technologi Provider membangun Pengolahan Biomassa dengan menggunakan Teknologi Hidrotermal di atas lahan seluas 5.000 meter. Pengolahan biommasa Pertama di Indonesia yang berlokasi di kampung Carang Pulang, Kab. Tangerang Banten tersebut, diresmikan penggunaan, Rabu (5/10/2016).

Peresmian pengolahan biomassa ini dilakukan oleh Gubernur Banten, Bupati Kab. Tangerang, Komisaris Utama PT. Summarecon Agung, Tbk, dan Direktur PT. Shinko Teknik Indonesia dengan dihadiri Pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang, Jajaran Direksi PT. Summarecon Agung, Tbk, serta para Akademisi dari Indonesia dan Jepang.

Adrianto P Adhi, selaku President Director dari Summarecon menjelaskan, “Pengolahan Biomassa ini merupakan salah satu langkah nyata perusahaan, untuk kembali membuktikan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan”.

Beliau juga mengatakan bahwa selama ini Summarecon telah menjalankan berbagai program ramah lingkungan seperti, pengolahan dan pemanfaatan kembali air limbah dengan teknologi waste water treatment, menyediakan ruang terbuka hijau di setiap kawasan, pembuatan lubang biopori, juga bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi untuk melakukan kampanye daur ulang dan pemilahan sampah warga. Program-program ini dijalankan di seluruh kawasan yang dikembangkan oleh Summarecon agar lingkungan tetap terjaga kelestariannya, juga menjadi nyaman dan sehat bagi para penghuninya.

Dalam peresmian pengolahan biomassa kali ini diperkenalkan teknologi Hidrotermal Treatment, yaitu teknologi yang sedang berkembang pada pengolahan sampah dengan karakteristik tercampur yang dikembangkan oleh PT. Shinko Teknik Indonesia. Sistem pengolahan Hidrotermal menggunakan sebuah reactor yang dimasukkan uap bertekanan tinggi sehingga karakteristik sampah yang awalnya sangat beragam, setelah diproses menjadi produk yang seragam. Setelah diproses, produk yang dihasilkan dapat digunakan setelah pengeringan 2-4 hari dibawah matahari. Produk dapat digunakan menjadi bahan bakar alternatif, kalori yang dihasilkan cukup tinggi sehingga dapat memback up prosesnya sendiri dengan menggunakan produk tersebut.

Tentang sistem Biomassa Hidrotermal, Direktur Eksekutif Summarecon Serpong, Magdalena Juliati menjelaskan,”Apabila jumlah produk terus meningkat, maka akan berpotensi dapat digunakan sebagai sumber energi pembangkit listrik. Pengolahan sampah menjadi bahan bakar akan menjadi solusi yang sangat menjanjikan untuk membantu menghasilkan energi untuk kehidupan yang berkelanjutan tanpa mengindahkan keramahan lingkungannya. Hidrotermal sebagai alternatif teknologi untuk mengubah sampah menjadi energi memiliki keunggulan dalam penggunaan bahan baku sampah campur tanpa pemilahan yang mana sangat cocok dengan jenis sampah yang ada di Indonesia. Karena salah satu visi dari Summarecon Serpong yaitu untuk selalu konsisten dan kreatif menciptakan hunian berkonsep “hijau” salah satunya dengan menyuguhkan kawasan hunian bebas sampah.”

 

 

Teks : Ashri

Foto : Istimewa