img_1787BESTTANGSEL.COM- Tahun 2014 ‘Decoupage’ atau seni menggunting dan menempel asal Perancis ini mulai merambah Indonesia.

Di Tangerang Selatan (Tangsel) Decoupage mulai diperkenalkan oleh Nuning, warga Cicentang Rawa Buntu Serpong Tangsel. Ditemui saat menggelar pameran di acara TGIF Tangsel 2016, Nuning banyak bercerita tentang pengalaman bisnis Decoupage yang digelutinya sejak 2014.

“Decoupage adalah seni kerajinan tangan yang relatif mudah dan menyenangkan. Decoupage bisa dipelajari relatif cepat hanya dengan beberapa langkah. Biasanya Decoupage kami aplikasikan untuk objek barang fashion seperti tas, dompet, topi dan lain sebagainya,” jelas Nuning.

Agar lebih unik, Nuning mengaplikasikan seni Decoupage dengan kerajinan tangan khas Indonesia, yakni anyaman bambu, lontar, rotan atau pandan. Hasilnya, produk Decoupage karya Nuning jauh lebih menawan.

“Untuk model tas atau dompet yang dipakai saya mengadopsi dari trend fashion saat ini, agar tas atau dompet yang dihasilkan selalu uptodate. Setelah itu, kami langsung membuat anyaman tas sesuai model yang diinginkan, di sini pun kami mulai menentukan jenis bahan apa yang akan digunakan, apakah bambu, rotan, lontar atau pandan. Selanjutnya, mulailah dibuat motif untuk Decoupage yang diinginkan”, ujar Nuning yang menggunakan tisu, atau napkin import untuk aplikasi Decoupage agar lebih menarik.

Meski memiliki nilai seni tinggi, tas atau dompet Decoupage hasil karya Nuning dijual dengan harga yang sangat terjangkau.

“Untuk harga sangat bervariasi, jika terbuat dari lontar tas kami jual dengan kisaran harga 600 ribu rupiah. Yang paling mahal adalah tas yang terbuat dari rotan, harganya bisa mencapai 1 juta rupiah,” ungkap Nuning yang beromzet jutaan rupiah per bulan.

Agar lebih dikenal, Nuning pun memutuskan untuk ikut bergabung sebagai mitra Dinas Koperasi Tangsel dan UKM.

“Alhamdulillah, sejak bermitra dengan Dinkop Tangsel produk Decoupage mulai dikenal orang. Saat ini masyarakat sudah mulai kenal dan suka dengan produk fashion Decoupage, ini karena kami sering ikut dalam berbagai pameran baik dalam negeri maupun luar negeri,” pungkas Nuning yang kerap menggelar pelatihan seni Decoupage bagi komunitas kaum wanita di Tangsel.

 

 

Teks : Ashri

Foto : Iyar