BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan-Gebrakan baru sukses dilakukan oleh Skill Development Center (SDC) Banten. Kemarin, Senin (16/11), SDC Banten berhasil mengkolaborasikan antara Pendidikan Tinggi dan Pelaku Industri. Kolaborasi tersebut dikukuhkan dengan ditandatanganinya naskah kerjasama antara Institut Teknologi Indonesia (ITI) Tangsel, dengan PT Formosa Teknologi Central dan PT Intermesindo Forging Prima.

“Sebenarnya ini agenda sudah lama, tetapi karena terkendala Pandemi Covid-19, sinergi ini baru bisa dilakukan. Ini adalah langkah positif, baik bagi Pendidikan tinggi maupun Industri,” tutur M. Khozin, Ketua SDC Banten, Selasa (17/11).

Khozin menjelaskan bahwa, kerjasama ini akan menjadi pelopor kerjasama yang saling menguntungkan. Bagi perguruan tinggi (kampus), dengan berlatihnya para mahasiswa langsung di lokasi industri, maka akan meningkatkan  kompetensi terkini bagi mahasiswa dan menaikkan nilai atau value perguruan tinggi tersebut. Sementara bagi industri, ini merupakan kontribusi positif  dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang diusung pemerintah.

Khozin berharap kerjasama pertama ini akan menjadi Pilot Project atau proyek percontohan.”Ini akan menjadi contoh untuk sinergi-sinergi selanjutnya dalam rangka penyiapan SDM Unggul yang selaras dengan kebutuhan Industri  bahkan lebih dari itu kolaborasi ini bisa  menjadi langkah antisipatif untuk tumbuhnya angka pengangguran dari perguruan tinggi yang  cenderung meningkat akhir-akhir ini .

Kedepannya kita akan dorong lebih banyak  kampus dan industri yang bersinergi dengan targetnya seluruh Banten,” imbuh Khozin

Hadir langsung menandatangani kerjasama tersebut, Rektor ITI, Marzan Aziz Iskandar, memberikan apresiasinya kepada SDC Banten dan industri-industri yang mau bekerjasama dengan ITI.

Alhamdulillah, meski sempat tertunda akhirnya kerjasama ini bisa terlaksana. Memang wabah Covid-19 bukan main-main, dan mau tidak mau kita harus menghadapinya. Kami sangat senang dengan kerjasama ini, saya sangat mengapresiasi kepada pelaku industri yang mau bekerjasama dengan kami, pihak perguruan tinggi,” papar Marzan.

Marzan berharap kerjasama ini bisa terlaksana dengan baik. “Apalagi direncanakan program ini akan mendapat suport dan anggaran dari pemerintah sehingga tidak membebani pihak kampus atau para pelaku industri,” ungkap Marzan

Sementara dari pihak industri,  Yakobus Basa Muli dari  PT Formosa Teknologi Central mengatakan, “Ini akan menjadi poin bagi para mahasiswa atau dosen teknologi industri, karena mereka akan mendapatkan pelatihan dan praktek langsung, bagaimana mengoperasikan mesin industri baru dengan trainer langsung dari Taiwan. Kami sangat ketat dan disiplin, sehingga mereka yang berkesempatan ikut dalam pelatihan merupakan peluang emas dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” tutup Yakobus.” (As)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.