BESTTANGSEL.COM, TANGERANG— Di tengah terbatasnya jumlah rumah sakit yang mampu menangani kasus aorta kompleks di Indonesia, Siloam Hospitals Lippo Village menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat rujukan utama dengan pengalaman menangani lebih dari 40.000 kasus kompleks secara multidisiplin selama tiga dekade terakhir.

Ketika sebagian besar rumah sakit di Indonesia masih bergulat dengan keterbatasan fasilitas bedah jantung—hanya 120–150 dari 2.500 rumah sakit yang memilikinya—Siloam Hospitals Lippo Village justru melangkah lebih jauh dengan mengadopsi teknologi mutakhir Frozen Elephant Trunk (FET). Teknik bedah modern ini menjadi standar emas terbaru untuk menangani kasus aorta kompleks yang melibatkan area dada hingga perut.

“Penanganan aorta kompleks tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Dibutuhkan kesiapan sistem secara menyeluruh, dari UGD, radiologi, ruang operasi, ICU, hingga rehabilitasi,” ujar dr. Dicky Aligheri Wartono, Sp.BTKV(K), FIHA, FICA, Dokter Spesialis Bedah Toraks, Kardiak & Vaskular Siloam Hospitals Lippo Village, saat memberikan edukasinya kepada para awak media, pada Selasa, (19/5).

Menurut dr. Dicky, keberhasilan penanganan kasus aorta sangat bergantung pada koordinasi cepat antarspesialis. Acute aortic dissection misalnya, dalam 24–48 jam pertama risiko kematian meningkat 1–2 persen setiap jam jika tidak ditangani. “Kecepatan adalah segalanya. Setiap jam sangat berharga,” tegasnya.

Untuk mendukung layanan aorta kompleks ini, Siloam Hospitals Lippo Village telah melengkapi diri dengan layanan Endovascular Aortic Repair (EVAR/TEVAR), ICU kardiovaskular khusus pascaoperasi, serta CT Scan kardiovaskular yang beroperasi 24 jam. Seluruh layanan ini dikoordinasikan oleh tim multidisiplin yang terdiri dari spesialis bedah, kardiologi, anestesi, radiologi, dan intensive care.

Melalui penguatan Aortic & Advanced Cardiovascular Center, rumah sakit yang telah melayani masyarakat Indonesia selama lebih dari 30 tahun ini tidak hanya ingin meningkatkan akses layanan, tetapi juga mendorong kesadaran akan pentingnya deteksi dini. Pasalnya, gangguan aorta seperti aneurisma dan diseksi sering berkembang tanpa gejala yang jelas hingga akhirnya mengancam jiwa.

“Dengan teknologi dan kolaborasi yang kami miliki, kami ingin masyarakat tahu bahwa penanganan aorta kompleks berstandar tinggi kini semakin terjangkau di Indonesia,” pungkas dr. Dicky. (red/*)

Leave a Reply