BESTTANGSEL.COM, JAKARTA-Merebaknya virus corona menimbulkan dampak buruk bagi perekonomian dunia. Sebagai salah satu negara yang mengandalkan eksport import komodi, Indonesia tentu akan menerima imbas dari penyebaran virus corona, namun dibalik itu harusnya Indonesia bersyukur karena inilah saat tepat yang bagi Indonesia untuk menguatkan produksi dalam negeri. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh DR. Hj. Anis Byarwati S.AG., M.SI., Anggota Komisi XI DPR RI/FPKS, saat bertemu dengan para awak media, di Jakarta, Rabu (5/3/2020).

“56% pertumbuhan Indonesia bertopang pada konsumsi, artinya kekuatan domestik karena investasi belum mampu mendongkrak nilai ekonomi apalagi nett eksport. Untuk itu pemerintah harus bertumpu pada kekuatan domestik yang artinya harus menguatkan konsumsi rumah tangga dengan cara menguatkan daya beli masyarakat,” tutur Anis.

Lanjut Anis, “Tingginya daya beli masyarakat akan mendorong tingginya konsumsi, untuk itu pemerintah harus menguatkan produksi dalam negeri, harus meningkatkan produksi dalam negeri salah satunya adalah membantu para UKM.”

“Dengan dihentikannya eksport import, maka masyarakat akan membeli produk-produk dalam negeri. Tentu ini akan menjadi pendorong bagi pelaku industri untuk meningkatkan produksinya mulai dari industri sandang, pangan, pertanian dan lain sebagainya. Inilah yang akan memutar perekonomian,” papar Anis.

Sayangnya menurut Anis, daya beli masyarakat saat ini masih lemah, sehingga penguatan ekonomi Indonesia melalui konsumsi masyarakat belum tercapai.

“Kenaikan iuran BPJS, tarif listrik naik adalah salah satu penyebab lemahnya daya beli masyarakat,” ungkap Anis.

“Bantuan BUMN kepada para UKM itu sudah baik dan bisa terus dilakukan agar produksi domestik kita meningkat,” ucap Anis.

“Kesimpulannya, corona tidak akan berpengaruh besar pada perekonomian Indonesia, apabila pemerintah bisa menguatkan daya beli masyarakat terhadap produk dalam negeri,” pungkas Anis. (As)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.