BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan -Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Banyamin Davnie keluhkan kurang optimalnya pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Hal tersebut disampaikan pada Rapat Koordinasi Peran Pemda dalam Implementasi Program Jaminan Sosial Nasional dengan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), yang digelar pada Kamis, 27 September 2018 di Jakarta.

Kehadiran Benyamin Davnie mewakili Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diani yang juga menjabat Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) periode 2016-2020.

“Hingga kini masih banyak penolakan pasien BPJS oleh pihak rumah sakit (RS), dan banyaknya kasus pasien BPJS dipaksa pulang dalam kondisi tidak layak pulang,” ungkap Benyamin.

Tidak hanya, Benyamin juga menyampaikan keluhan masyarakat soal biaya obat dan darah yang seringkali dibebankan kepada pasien. Khususnya pasien rawat inap kelas 3, atau PBI.

“Semoga keluhan ini bisa menjadi masukan bagi DJSN dan bisa menjadi solusi bagi masyarakat Tangsel agar bisa mendapatkan pelayanan lebih baik,” ujar Benyamin.

Untuk mengkaver lebih dari 425 ribu warganya, Pemerintahan Kota Tangsel telah mengalokasikan anggaran JKN senilai Rp 150 Miliar.

“Anggaran JKN bagi masyarakat Tangsel ini akan terus kami upayakan dan cari sumbernya,” ucap Benyamin.

 

 

Asri/bbs

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.