Kebutuhan akan penopang usahapun semakin meningkat, tidak hanya bahan baku produksi, namun permintaan properti penunjang untuk menjalankan usahapun semakin meningkat, dalam hal ini diantaranya adalah gerobak dorong.
Gerobak dorong memang popular sebagai sarana untuk menjalankan usaha, bentuknya yang simple dan mudah dipindah-pindah menjadikan gerobak dorong menjadi properti yang wajib dimiliki pelaku usaha umkm. Perjalanan waktupun tidak menggerus kebutuhan akan properti yang bernama gerobak dorong ini.
Zaenal, salah satu pemilik UD Karunia yang berlokasi dipinggir jalan Raya Puspitek yang saat ini sedang fokus pada usaha pembuatan gerobak dorong dan peralatan dari kayu. Ia menjelaskan usaha yang telah digelutinya selama sepuluh tahun ini relatif stabil dan cenderung naik, meskipun saat ini banyak sekali pesaing pembuatan gerobak dorong dari bahan stainless.
“Saya melihat usaha dibidang properti ini cukup menjanjikan, walaupun banyak pesaing yang hadir, bahkan saat ini pemesanan gerobak ke saya sudah mulai banyak,” ungkap Zainal.
Dengan dibantu delapan karyawannya Ia mampu memenuhi pesanan pelanggan sekaligus membuat untuk stock barang. Harga yang dibanderol pun cukup terjangkau, per-unit gerobak dorong dijual dengan kisaran 2.5 juta – 8 juta rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pembuatannya, omset rata-rata perbulan pun lumayan besar, sekitar dua puluh lima jutaan perbulan.
Kini Zaenal mampu menghidupi istri dan tiga anaknya yang masih sekolah, Ia hanya berharap semakin banyak orang yang membuka usaha sehingga berimbas pada peningkatan penjualan gerobak dorongnya.
“Ia mas, klo banyak yang dagang gerobak sayakan cepat lakunya,” pungkasnya.
Teks/Editor : Abdulllah Syapiih/Bani Ramadhan
Foto : Abdulllah Syapiih
