BESTTANGSEL.COM – Aliansi Peduli Masyarakat Serpong (APMS) melalui biro hukum Organisasi Masyarakat Laskar Merah Putih (LMP), mengadukan dugaan penggunaan ijazah palsu oleh salah satu anggota DPRD Komisi I Kota Tangerang Selatan berinisial TA (45), kepada Badan Kehormatan Dewan (BKD).

Dalam laporan tersebut disertakan dokumen beberapa berkas mengenai bukti pemalsuan ijazah. Diantaranya, Copy ijazah Sarjana Ekonomi (SE) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Dwipa Wacana, atas nama TA, dengan Program Studi Manajemen, tahun kelulusan 2011.

Selain berkas yang diduga dokumen ijazah palsu, ada pula surat bantahan dari Kementerian Pendidikan berdasarkan hasil pemeriksaan Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT), sebagaimana tertera dalam data base Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertais) Wilayah III nomor : 374/K.3/KM/2014, yang menyatakan jika oknum dewan berinisal TA tak tercatat sebagai mahasiswa ataupun lulusan STIE Dwipa Wacana.

Saepudin, Biro Hukum LMP Banten mengatakan, ada indikasi yang ditemukan masyarakat, mengenai dugaan anggota DPRD Tangsel yang menggunakan ijazah palsu.

“Ini merupakan temuan oleh masyarakat terkait dugaan penggunaan ijazah palsu, oleh anggota DPRD, karenanya perlu dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan (red- TA),” ujar Saepudin, Selasa (07/03/2017).

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Tangsel, M. Ramlie berjanji akan memproses laporan tersebut, “kami sudah terima laporannya, dan aspirasi ini akan kami sampaikan ke BKD untuk diproses, karena kami di DPRD hanya sebatas menyampaikan,” terangnya.

teks : iyar

foto : istimewa