BESTTANGSEL.COM, JAKARTA-Tidak kosistennya pemerintah dalam menetapkan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), terus menimbulkan polemik. Menanggapi hal tersebut, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyatakan bahwa naiknya iuran kepesertaan JKN merupakan salah satu cara agar Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bisa sustainable.

“SJSN memang tidak mencari untung, namun penyesuaian tarif iuran kepesertaan harus disesuaikan agar pelaksanaan JKN bisa terus berlanjut,” tutur Anggota DJSN dari unsur pemberi kerja, Paulus Agung Pambudhi, saat menggelar diskusi media dengan mengundang Forum Media DJSN, pada Kamis (30/7), di Jakarta.

Agung menjelaskan, “Penyesuaian iuran JKN itu penting dilakukan, agar manfaatnya bisa dirasakan oleh peserta, bahkan seharusnya setiap 3 tahun sekali. Iuran ini dipergunakan untuk meningkatkan fasilitas pelayanan. Hal ini sesuai dengan 3 pilar SJSN yakni Kepesertaan, Iuran dan Pelayanan,” ungkap Agung.

Agung menjelaskan, prinsip dasar SJSN adalah berkelanjutan atau Sustainable. “SJSN harus tetap ada mau siapapun presidennya, hal ini sesuai dengan UUD 45 pasal 28 H ayat 3, pasal 34 ayat 2 dan UU Nomor 40 tahun 2004 pasal 2 dan 3, sebagai filosofi landasan SJSN. Tujuan SJSN adalah memberikan jaminan terpenuhinya kebutuhan dasar hidup yang layak bagi setiap peserta dan atau anggota keluarga apabila terjadi hal-hal yang dapat mengakibatkan hilang atau berkurangnya pendapatan karena sakit, kecelakaan atau pemutusan hubungan kerja. Untuk itu, sebagai upaya menjaga dan memperbaiki pelayanan, kenaikkan iuran kepesertaan perlu untuk dilakukan,” pungkas Agung. (Ast)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.