BESTTANGSEL.COM, JAKARTA-Sejak ditetapkannya wabah Covid-19 sebagai pandemi dunia dan bencana nasional pada Maret 2020 lalu, hampir semua sektor bisnis mengalami kemunduran khususnya perbankan dan pembiayaan. Meski mengalami penurunan, namun berkat analisa dan skenario bisnis yang dilakukan, PT Jamkrindo Syariah (JamSyar) tetap survive bahkan masih bisa mendapat keuntungan. Bahkan dalam POJK pada tes kesehatan JamSyar adalah 1,2 yang berarti JamSyar

“JamSyar telah melakukan analisa bisnis yang akan berdampak pada kinerja JamSyar di tahun 2020, dengan 3 skenario. Dalam skenario moderat, Jamsyar mengasumsikan pandemi berakhir pada Bulan September 2020, dan perusahaan berjalan normal kembali pada bulan Oktober 2020. Dari stress test terhadap 3 skenario tersebut, walaupun dihadapkan pada tantangan yang bersifat global, PT. JamSyar diproyeksikan mampu untuk tetap exist dan survive di masa pandemi ini, dengan terus memberikan pelayanan yang prima serta langkah-langkah inovatif untuk mewujudkan hal tersebut,” tutur Direktur Utama JamSyar, Gatot Suprabowo, melalui konferensi pers yang digelar secara virtual, pada Kamis (14/5).

Gatot juga menjelaskan bahwa dalam posisi pandemi, hingga 30 April 2020, kinerja JamSyar masih membaik. Total Aset Jamsyar telah mencapai Rp 1,2 triliun atau tumbuh sebesar 14,09% dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu. Pertumbuhan tersebut merupakan kontribusi dari pertumbuhan bisnis, di samping adanya penambahan modal yang telah disetor oleh Jamkrindo sebesar Rp 75 miliardi awal tahun 2020.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan, SDM dan Umum, Endang Sri Winarni, memaparkan pencapaian target dan laba JamSyar dikala pandemi.

Dari sisi pencapaian laba, laba tahun berjalan JamSyar di posisi yang sama mencapai Rp 18,71 miliar atau sebesar 35,27% dibandingkan dengan target laba tahun 2020. Apabila dibandingkan dengan pencapaian laba di posisi yang sama tahun lalu, maka laba JamSyar tumbuh sebesar 17,23% yoy,” jelas Endang.

“Untuk mengimbangi berkurangnya pendapatan dan peningkatan beban klaim, maka JamSyar melakukan efisiensi biaya, berupa beban operasional dan beban umum & administrasi. Dengan upaya tersebut, diharapkan laba tahun berjalan mencapai Rp 40 miliar dari target semula sebesar Rp 53 milliar (75,47%). Meskipun menurun dari target namun laba tersebut tetap tumbuh dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu sebesar Rp 36,5 miliar atau tumbuh sebesar  9,59%,” papar Endang.

Sementara dari sisi produksi volume penjaminan, Direktur Operasional JamSyar, Achmad Sonhadji membeberkan, “Tidak bisa dipungkiri bahwa di masa Pandemi ini, kami pun fokus pada Masih dapat dikatakan sesuai dengan target.  Sesuai dengan siklus tahunan produksi, pada posisi tersebut adalah sebesar 30%, sementara realisasi penjaminan adalah sebesar 10,4 T atau 29,69% dari target

“Sebagai lembaga penjaminan kami juga fokus pada restrukturisasi sesuai dengan kebijakan relaksasi yang dikeluarkan oleh OJK. Sementara dari sisi kemampuan pembayaran kewajiban, likuiditas Jamsyar masih sangat bagus, yaitu sebesar550%, dimana sesuai ketentuan POJK, nilai likuiditasnya berada  dalam kondisi sangat bagus apabila berada di rentang 130% sampai dengan 800%. Hal tersebut didukung oleh peningkatan daya saing berupa perkuatan Teknologi Informasi yang handal dan terintegrasi berupa pelaksanaan digital-guarantee yang sangat membantu proses penjaminan dimasa pandemi ini, dimana baik karyawanPT. JamSyar maupun karyawan mitra mayoritas melaksanakan Work From Home (WFH),” ungkap Ahmad Sonhadji.

Dia juga mengatakan bahwa produk utama pada periode tersebut adalah Surety Bond, Kontra Bank Garansi dan Penjaminan FLPP.

“Bahkan sesuai dengan POJK mengenai tingkat kesehatan keuangan perusahaan penjaminan, pada periode tersebut nilai tingkat kesehatan JamSyar adalah sebesar 1,2 yang berarti JamSyar berada pada kondisi sangat sehat,” imbuhnya.

Selain fokus pada kinerja bisnis, JamSyar juga berupaya maksimal untuk selalu ber-empati kepada masyarakat yang mengalami kesulitan di masa Pandemi ini dengan memberikan 1200 paket sembako kepada masyarakat. dan di Ramadan tahun ini JamSyar juga kembali menggelontorkan 1200 paket sembako kepada 60 panti asuhan dan lembaga sosial lain yang berada di sekitar kantor JamSyar di Indonesia.

“Selain bantuan sembako, JamSyar juga memberikan bantuan alat kesehatan berupa masker dan hand sanitizer. Sumber dana bantuan adalah dana shodaqoh dan zakat karyawan dan zakat perusahaan dengan total nilai Rp 249.240.000, semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang mengalami kesulitan,” tutup Gatot.

(Asri)

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.