BESTTANGSEL.COM, Konawe – Indonesia baru saja meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nii Tanasa 50 MW di Konawe Silawesi Utara, Senin (30/10). Mega proyek pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW ini menggandeng Schneider Electric, perusahaan listrik yang telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun di Indonesia.

Di Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nii Tanasa 50 MW ini, Schneider Electric menghadirkan Electrical House (E-House) atau Power House yang merupakan solusi distribusi listrik terintegrasi dalam satu sub-station yang terdiri dari panel listrik Medium Voltage (MV) dan Low Voltage (LV), transformer, HVAC, UPS serta sistem pengelolaan dan kontrol bangunan.

Xavier Denoly selaku Country President Schneider Electric Indonesia mengungkapkan, “Sebagai perusahaan yang telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun di Indonesia, kami selalu berusaha menyediakan solusi berkualitas untuk mendukung pertumbuhan sistem kelistrikan di Indonesia. Peresmian PLTMG Nii Tanasa 50 MW hari ini menjadi bukti nyata komitmen kami untuk terus mendukung pemerintah dalam mewujudkan program nasional pembangkit listrik 35.000 MW, khususnya untuk memperkuat sistem kelistrikan di kabupaten Konawe dan kota Kendari.”

E-House dari Schneider Electric dibuat, dirakit dan diuji sebelumnya di pabrik (pre-fabricated) dan dikirim sebagai solusi terintegrasi penuh untuk memenuhi berbagai kebutuhan di lapangan.  Metode ini telah terbukti dapat mengurangi waktu konstruksi serta mengoptimalkan biaya transportasi dan pemasangan secara signifikan. Dari sisi sumber daya manusia pun jauh lebih efisien karena perakitannya dilakukan di satu tempat. “Berkat berbagai keunggulan tersebut, Schneider Electric dapat menyelesaikan seluruh proses pembuatan E-House, mulai dari pemesanan hingga pengantaran ke site hanya dalam waktu 4,5 bulan,” Xavier menambahkan.

Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Nii Tanasa 50 MW merupakan pembangkit listrik berbahan bakar gas alam yang efisien dan ramah lingkungan karena emisi gas hasil pembakaran yang tidak menimbulkan polusi udara. Kehadiran PLTMG yang rampung hanya dalam waktu kurang dari 9 bulan ini menjadi sangat strategis karena diharapkan dapat memenuhi lebih dari separuh kebutuhan listrik di sekitar kabupaten Konawe dan kota Kendari yang mencapai 80 MW.

“Acara peresmian PLTMG Nii Tanasa 50 MW hari ini merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi Schneider Electric karena kami dapat berpartisipasi langsung dalam proyek nasional pembangunan pembangkit listrik 35.000 MW. Hingga saat ini Schneider Electric tengah terlibat di 25 proyek pembangkit listrik di berbagai wilayah Indonesia dan ke depannya kami berharap dapat terus berkontribusi nyata dalam memberikan akses listrik ke lebih banyak masyarakat di Indonesia,” tutup Xavier.

 

Asri/rlls

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.