BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan- Tiga hari berlalu, korban tsunami Selat Sunda, Muhammad Taufik, 46 tahun, belum juga ditemukan. Hingga kini, keluarga Taufik masih terus memantau informasi terbaru. Taufik adalah Pimpinan Organizer acara Gathering PLN di Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Sabtu 22 Desember 2018 lalu.

Yayat, adik Taufik masih tergolek dalam perawatan tim medis di RSUD Pandeglang, bersama kakak iparnya, Ana. Ia berharap Taufik dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat dari bencana tsunami seperti istri dan anak-anaknya.

“Tolong kalau ada informasi tentang Taufik segera kabari keluarga kami,” katanya kepada wartawan, Selasa (25/12/2018).

Menurutnya, rombongan pegawai dan keluarga PLN yang ikut dalam acara ada sekitar 260 orang. Sementara pihak EO 10 orang bersama tenaga freelance 20 orang.

Yayat mengakui saat terjadi bencana tsunami berlangsung sangat cepat. Ia yang sempat terhempas dan selamat mencoba menenangkan diri melihat suasana sekitar mencekam banyak korban berteriak minta tolong.

Diceritakannya, jarak bibir pantai dengan panggung acara hanya sekitar empat hingga lima meter. Yayat memastikan bahwa sebelumnya tidak ada tanda-tanda bakal terjadi tsunami ataupun pemberitahuan dari otoritas berwenang.

“Biasanya kan kalo ada tsunami air itu surut ada waktu 10-15 menit untuk evakuasi. Itu tiba-tiba, (bunyi sirine atau informasi darurat) itu enggak ada,” ujar Yayat.

 

Asri/k6

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.