BESTTANGSEL.COM, Jakarta- Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) bersama dengan suporter Tim Nasional Indonesia menjadi pemain ke-12 pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam pertandingan Indonesia melawan China, Indosat bersama Suporter Timnas yang diwakili oleh La Grande membentangkan lukisan tangan di media kain sebagai simbol semangat persatuan dan dukungan tak tergoyahkan kepada Garuda. Sepak bola kini lebih dari sekadar pertandingan; ia menjadi jembatan penggerak bangsa.
Tifo berjudul “Battle With Honour” menampilkan sosok pejuang dengan atribut budaya dari berbagai penjuru Nusantara sebagai bentuk dukungan visual untuk Timnas. Tifo ini menggambarkan tameng Siopen Balangan dari suku Dayak, kain ulos Batak, mahkota kepala bernuansa Jawa, hiasan budaya Papua, serta senjata khas Maluku. Semua elemen ini melambangkan semangat juang Garuda dalam keberagaman budaya Indonesia. Kolaborasi antara Indosat dan suporter Timnas dalam pembuatan tifo ini berhasil mencatatkan rekor “Lukisan TIFO Tiga Dimensi Terbesar” dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Semangat ini tak lepas dari komitmen Indosat dalam mendorong kemajuan sepak bola Indonesia melalui prinsip Gotong Royong. Irsyad Sahroni, Director and Chief Human Resource Officer Indosat Ooredoo Hutchison, melalui siaran persnya, pada Kamis, (5/6), menyatakan, “Indosat bersama ratusan juta penduduk Indonesia siap untuk mendukung Timnas dalam setiap laga menuju Piala Dunia 2026. Kami percaya dukungan dari suporter memainkan peran penting menuju panggung sepak bola dunia. Oleh karena itu, Indosat bersama suporter memberikan dukungan terbaik melalui tifo yang melambangkan semangat nasionalisme. Inisiatif ini sejalan dengan tujuan besar perusahaan untuk memberdayakan Indonesia.”
Tak sekadar simbolik, Indosat juga mendistribusikan kartu IM3 kepada para pendukung Timnas di GBK sebagai bentuk dukungan konkret dalam memastikan mereka tetap terhubung selama momen bersejarah ini. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat konektivitas digital di tengah euforia pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memberdayakan komunitas suporter agar mampu menyuarakan semangat nasionalisme secara luas melalui jaringan yang andal. Dengan langkah ini, Indosat menegaskan perannya sebagai penyedia layanan telekomunikasi sekaligus mitra strategis dalam membangun ekosistem dukungan sepak bola yang kuat dan inklusif.
Karya monumental ini digarap selama lebih dari dua minggu oleh 25 pelukis lokal berbakat dan melibatkan ribuan partisipan, mencerminkan semangat gotong royong, persatuan, dan kebanggaan sebagai bangsa. Keberagaman budaya, suku, dan bahasa dari lebih 17.000 pulau, sekitar 1.300 suku, dan lebih dari 700 bahasa daerah menjadi kekuatan utama yang divisualisasikan dalam tifo ini, sebagai simbol kebhinekaan yang menyatukan Indonesia di panggung dunia.
Unggul Indra, Presiden La Grande, mengungkapkan, “Kami bukan hanya datang untuk bersorak, tetapi juga turut mewarnai perjalanan Timnas melalui karya ini. Terima kasih kepada Indosat yang sejalan dengan kami dalam terus mendukung persepakbolaan di Indonesia. Para suporter yang berasal dari berbagai latar belakang berkumpul dalam satu identitas, yakni bangsa Indonesia.” (red/rlls)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.