Besttangsel.com, – Pencarian terhadap Hadi Sukma Adsani, jemaah haji asal Indonesia yang menghilang di Mina, Arab Saudi, terus dilakukan.

Namun, sayangnya petugas perlindungan jemaah haji (Linjam) dari daerah kerja Mekah, belum juga berhasil menemukannya.

Berdasarkan laporan yang ada, pria berusia 73 tahun asal Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Diketahui hilang sejak 2 September 2017, saat berada di Mina.

Saat hilang, Hadi mengenakan baju kaus oblong putih dan celana panjang warna putih, memakai gelang identitas dan tas pinggang, serta mengenakan peci.

Berdasarkan keterangan dari ketua rombongan dan jemaah lain dalam regunya, sebelum menghilang, Hadi memang sering menyatakan keinginannya untuk segera pulang ke Indonesia. Selain itu, Hadi juga sempat memaparkan pesan yang cukup aneh, yakni dia ingin naik gunung dan menanam jagung.

Sementara itu, penyisiran telah dilakukan sejak 9 September 2017. Hampir semua lokasi telah disisir, seperti Rumah Sakit Al Wadi, RS King Faisal dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Tapi justru yang ditemukan jenazah jemaah lain.

Kemudian pada 11 September 2107, petugas kembali melakukan pencarian di Arafah, Muzdalifah dan Mina, bahkan di maktab tempat tinggal yang bersangkutan.

Sejak pagi ini, Senin 25 September 2017, pencarian ulang masih dilakukan. Tim Linjam akan kembali menyisir sejumlah rumah sakit pemerintah dan swasta, kantor polisi, rumah tahanan sampai rumah sakit jiwa dan perbukitan.

Berbagai cara akan ditempuh untuk mencari keberadaan jemaah yang masih belum diketahui keberadaannya itu.

Kadaker Mekah, Nasrullah Jasam, meluruskan bahwa kedua jemaah ini bukan hilang, tapi belum diketahui keberadaannya. Pencarian akan terus dilakukan, untuk memastikan keberadaan kedua jemaah ini.

“Saya meluruskan bukan hilang, tapi belum diketahui keberadaannya. Kalau hilang seperti ditelan bumi, tapi ini belum diketahui keberadaannya,” kata Nasrullah saat rapat koordinasi sebelum pencarian dimulai.

Sementara itu, Kasatops Armina, Kolonel Jaetul Muchlis mengatakan, seluruh rumah sakit kembali didatangi untuk mencari jemaah ini. Pengecekan secara langsung terhadap jasad-jasad yang berada di kamar mayat penting dilakukan.

“Kami cari di kamar mayat, mencari jemaah yang tidak diketahui identitasnya. Kami tidak pernah abaikan pencarian. Semua diberdayakan untuk  pencarian. Mulai meminta bantuan dari 911 (pusat kepolisian), mereka sudah sebarkan data ke kepolisian setempat di Arab Saudi, ke rumah sakit, kamar jenazah. Juga mencari ke gua-gua dan bukit-bukit yang ada di Mina dan tempat lain,” katanya.

Selain Hadi, ada satu jemaah haji yang juga hilang di Mekah. Dia  bernama Atim Arta Ota (62) asal Bogor, Jawa Barat,

Atim hilang sejak 15 Agustus 2017. Atim adalah warga Kampung Cikole, Kuta Mekar, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Atim tergabung dalam Embarkasih Bekasi, kloter JKS 65 maktab 61. Selama di Mekah, dia tinggal di rumah 1102 Hotel Al Orayah Royal, Misfalah.

Dari kronologi singkat yang dijelaskan istrinya, Sanya, pada Selasa 15 Agustus 2017, yang bersangkutan tiba di Kota Mekah. Setelah beristirahat sejenak bersama rombongan berangkat ke Masjidil Haram menggunakan bus salawat untuk melaksanakan umrah wajib.

Tapi, setelah salat zuhur, Hj. Lia Amalia selaku ketua rombongan melakukan pengecekan dan Atim sudah tidak ada. Jemaah dalam rombongan berusaha melakukan pencarian di area Masjidil Haram dan tidak menemukan yang bersangkutan. Karena waktu terbatas, rombongan melanjutkan prosesi sai dan langsung kembali ke hotel tempat menginap.

 

Berbagai sumber/LL

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.