p_20160114_173153BESTTANGSEL.COM- Taman Nasional Wakatobi merupakan salah satu resort bawah laut yang terletak di di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Taman ini terdiri dari empat pulau besar, yaitu, Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko dengan total area 1,39 juta Ha. Taman ini dihiasi oleh keanekaragaman hayati laut seperti terumbu karang, ikan-ikan laut eksotik dan juga satwa-satwa eksotik lainnya. Hampir 750 jenis biota laut termasuk terumbu karang hidup disini. Gugusan terumbu karang dapat dijumpai disini yang terletak di sepanjang garis pantai dan di beberapa tempat terdapat beberapa gua bawah laut.

Taman Wakatobi berada pada jantung segitiga karang dunia yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Salamon dan Timor Leste. Wakatobi juga masuk dalam kategori tiga pusat penyelaman kelas dunia dengan keindahan bawah laut yang menjadikannya salah satu tujuan utama para pecinta bawah laut.

Tak heran banyak wisatawan asing maupun lokal datang kemari untuk berlibur. Taman ini disebut-sebut sebagai sebuah surga kecil dimana ketika kita sudah sampai disana, kita tidak ingin pulang atau meninggalkan tempat tersebut. Jika ingin menjadwalkan liburan ke tempat ini maka jalur terdekat adalah melalui kapal cepat dari Kendari, atau naik pesawat Fokker dari Bali sekitar satu jam. Atau bisa melalui Bau-bau, kemudian menggunakan kendaraan roda empat dengan waktu tempuh dua jam. Lalu dilanjutkan dengan kapal laut ke Pulau Wangi-wangi yang merupakan pintu gerbang Taman Nasional Wakatobi dengan waktu sekitar satu jam.

Tempat-tempat yang bisa kita datangi adalah Pulau Hoga, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia, Pulau Binongko, Pemandian Goa Kontamale, Pantai Waha dan Perkampungan Bajo Mola yang dikenal hidup di atas laut. Pulau Wangi-wangi yang merupakan pintu gerbang juga memiliki beberapa resort yang menyediakan peralatan untuk menyelam maupun snorkeling.

Wangi-wangi juga memiliki salah satu masjid tertua setelah Masjid Keraton Buton, yaitu Masjid Liya. Masjid ini terletak diatas bukit didekat Benteng Liya Togo. Tidak jauh dari situ ada makam Talo-Talo yang merupakan bagian dari Kesultanan Buton. Talo-talo sendiri dalam bahasa setempat berarti “Jagoan”.

Selain itu ada Pulau Hoga yang merupakan salah satu tempat favorit para penyelam professional baik dalam dan luar negeri, terutama pada bulan Juni-Agustus. Ada sekitar 200 penginapan sederhana yang tersebar di sebagian pulau. Dengan pantai pasir putih nan indah juga air laut yang bening memungkinkan kita untuk melihat langsung terumbu karang dari atas air tanpa harus menyelam.

Selain Hoga, ada sekitar 20 situs penyelaman lainnya tersebar di kepualauan Wakatobi. Di Kaledupa sendiri terdapat Karang Kaledupa, Karang Mari Mabuk di Pulau Tomia yang memiliki keunikan masing-masing. Namun, struktur karang terindah berada di kawasan Pinnacle yang bergunung-gunung sesuai dengan namanya “Pinnacle” yang berarti puncak. Disini juga bisa kita jumpai ikan Barracuda yang khas dengan bentuknya yang lonjong seperti peluru dan bisa meluncur dengan sangat cepat, selain itu dapat juga dijumpai Pygmy, kuda laut yang berukuran sangat kecil.

Di Pulau Tomia kita dapat bersnorkeling ria namun selain itu kita dapat melihat sisa-sisa meriam kuno yang masih terpasang di Benteng Patua dan Sumur Jomba Katepi yang konon memiliki kedalaman lebih dari 100 meter yang digunakan untuk menceburkan orang-orang sebagai hukuman. Selain itu kita bisa melihat kehidupan masyarakat pandai besi di Pulau Binongko dan juga dapat menjumpai sejumlah ikan lumba-lumba yang sering terlihat di perairan pulau ini.

Ada satu hal unik lainnya disini, yaitu Upacara Adat Kabuenga yang merupakan upacara cewek-cowok mencari jodoh yang diikuti juga oleh para bule-bule wisatawan. Konon awal mulanya upacara ini dikarenakan para laki-laki kabuenga zaman dahulu yang notabene berprofesi sebagai pelaut, mereka sulit untuk mencari jodoh dikarenakan sedikitnya waktu untuk bersosialisasi.

Wakatobi memiliki potensi laut yang sangat istimewa dibanding pulau-pulau lain di Dunia, karena memiliki ribuan keanekaragaman spesies terumbu karang dan ikan laut. Taman ini juga mempunyai luas pulau karang mencapai 9 ribu ha atau sepertujuh luas area di Pantai Bunaken. Sehingga tempat ini menjadi salah satu situs yang dilindungi keberadaannya oleh UNESCO.

 

Teks : Berbagai Sumber

Foto : Berbagai Sumber