BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Ketua Bawaslu Kota Tangsel, Muhamad Acep mengatakan, pemetaan titik rawan politik uang berdasarkan pengalaman temuan hajatan politik lima tahunan. Yakni, kejadian dalam pemilihan kepala daerah setempat pada 2009 lalu.

“Pada saat itu nominal uangnya Rp30 sampai 100 ribu, sekarang naik jadi 50-150 ribu” tutur   Acep dalam kegiatan Media Meeting di Resto Bukit Pelayangan, Cilenggang Serpong, Kamis (11/4/2019).

Acep mengatakan, keempat sebaran titik lokasi rawan politik uang terjadi di Kecamatan Serpong Utara, Serpong, Setu, Pondok Aren. Pelanggaran tersebut dilakukan oleh tim sukses peserta pemilu.

Obyek sasaran menyebar uang ditujukan kepada warga pemilih kalangan marjinal. Pemilih itu dianggap paling mudah tergoda bujuk rayu tim sukses yang mengarahkan untuk menyoblos calon tertentu.

“Duit dikemas dalam amplop dan dibawa pakai kardus-kardus,” sebut Acep. Ia telah memberikan arahan kepada tenaga pengawas mulai dari tingkat kelurahan hingga kecamatan untuk mengawasi titik-titik rawan politik uang.

“Yang menjadi perhatian kami adalah mobilisasi money politik karena saat ini di TPS yang pemilihnya kurang dari 300 karena lebih mudah dipetakan,” tutupnya.

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.