BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Krisis ekonomi global telah memberi dampak yang kurang baik bagi banyak perusahaan di Indonesia. Imbasnya, sebanyak 26 gerai Giant, anak perusahaan PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) yang ada di beberapa wilayah di Indonesia tutup.

Menyikapi hal tersebut, PT Hero Supermarket Tbk., mengaku tengah menerapkan strategi yang mendukung keberlanjutan bisnis dengan memaksimalkan produktivitas kerja melalui proses efisiensi.  Hal ini dikatakan Tony Mampuk, Corporate Affairs GM PT Hero Supermarket Tbk., menanggapi adanya demonstrasi para pekerja yang terdampak efisiensi di Kantor Hero Group di Bintaro Tangsel, Jumat (11/1/2019).

“Sebanyak 92% atau 532 karyawan terdampak dari kebijakan efisiensi tersebut, dan memahami kebijakan efisiensi ini dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja,” tutur Tony.

Dia juga memaparkan,”Dalam kurun waktu 3 bulan sebelum toko ditutup, pihaknya telah memberitahukan agar para karyawan bersiap. Selang 3 bulan sebanyak 26 toko tutup, kemudian diselesaikan secara administrasi. Karena tidak mungkin kami mempekerjakan orang yang tidak ada kerjaannya dan itu yang kita hindari.”

Menurut Tony, 92% karyawan yang di PHK pun menerima dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja, serta telah mendapatkan hak sesuai dengan Undang-Undang Kementerian Tenaga Kerja RI No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pada tahun 2018 lalu.

“Bahkan, kita sudah ketemu Desember 2018 lalu, dengan serikat dan Kementrian Tenaga Kerja. Nah, 8% atau 43 orang sisanya yang tidak terima, kami membuka hubungan hukum jalur industrial. Ada jalur untuk hal tersebut dan kita harus menghargai hal tersebut,” jelasnya.

Atas hal tersebut pihanya meyakini bahwa keputusan akan langkah efisiensi tersebut adalah hal yang paling baik dalam menjaga laju bisnis yang berkelanjutan.

“Kita pastikan bayar sesuai dengan tanggal PHK. Gaji bulan desember pun masih mereka terima dan tidak ada yang dirumahkan. Yang di PHK ya PHK. Kita sudah berikan angkanya saat itu juga secara transparan. Sementara 43 orang sisanya adalah yang minta dipindahkan ketempat lain makanya belum sepakat. Problemnya kita sudah kelebihan tenaga kerja dan tidak bisa diakomodir,” pungkasnya.

 

Asri/bbs

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.