BESTTANGSEL.COM, TANGSEL— Longsor yang melanda Perumahan Villa Dago Tol, Serpong, Sabtu (4/4) sore, bukan sekadar insiden tunggal. Kejadian ini menyoroti kerentanan kawasan permukiman di daerah berbukit atau lereng di Tangerang Selatan terhadap ancaman tanah bergerak, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Berdasarkan penuturan Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Boy Jumalolo, penyebab langsung longsor adalah aliran air deras dari bagian atas permukiman yang menggerus tanah hingga struktur penahan beton runtuh. “Ini menunjukkan ada masalah dalam pengelolaan drainase dan stabilisasi tanah di lokasi tersebut,” jelasnya saat dikonfirmasi disway pada, Minggu (5/4) dini hari.
Fakta bahwa material longsoran masih menumpuk dan pembersihan baru bisa dilakukan keesokan harinya mengindikasikan terbatasnya kesiapan respons darurat untuk bencana semacam ini. Meski tidak ada korban jiwa, satu-satunya akses jalan utama warga tertutup total, mengisolasi warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Yang lebih mengkhawatirkan, pihak berwenang mengakui potensi longsor susulan masih mengancam. Curah hujan yang masih tinggi di wilayah Tangsel menjadi faktor pemicu yang perlu diwaspadai. “Kami bersama instansi terkait terus memantau untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk,” tambah Boy Jumalolo.
Kejadian ini memunculkan pertanyaan kritis: seberapa aman permukiman serupa di daerah lereng lainnya di Tangsel? Apakah analisis risiko geoteknik dan sistem peringatan dini sudah memadai? Longsor di Villa Dago Tol bisa jadi merupakan peringatan dini bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengevaluasi ulang tata ruang, sistem drainase, dan infrastruktur penahan tanah di kawasan rawan bencana.
Pembersihan material dan pembukaan akses jalan mungkin akan selesai dalam waktu dekat, tetapi pekerjaan rumah yang lebih besar—yaitu mitigasi risiko jangka panjang dan penataan kawasan yang lebih aman—tampaknya masih menanti penyelesaian serius. (Red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.