BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan -Meningkatkan daya saing pengguna teknologi, baik dunia usaha, industri kecil dan menengah, pemerintah dan masyarakat, Pusat Unggulan Iptek (PUI) di tahun 2019 kembali memperluas program kerjanya. Hal tersebut agar lembaga litbang mampu menghasilkan produk iptek dan produk inovasi berbasis permintaan pasar (deman/market driven).
“Inovasi mengandung arti keterbukaan, sinergi dan kebersamaan. Hal ini sesuai dengan tema raker kali ini, yakni Innovation for All, yang artinya inovasi untuk semua,” tutur Direktur Lambaga Litbang, Ir. Kemal Prihatman M.Eng, saat membuka Rapat Kerja Pengembangan Pusat Unggulan Iptek di Serpong, Rabu (29/01/2019).

Direktur Lembaga Litbang, Ir. Kemal Prihatman M.Eng.
Kemal Prihatman menjelaskan, “sekitar 109 Lembaga PUI Litbang dan 28 Lembaga PUI Perguruan Tinggi mengikuti Raker Pengembangan Pusat Unggulan Iptek 2019. “Masing masing lembaga litbang LPK, LPNK, dan industri yang tergabung dalam Pusat Unggulan Iptek diharapkan dapat mempersiapkan materi, diantaranya mencakup dokumen Rencana Kerja Pengembangan PUI 2019.”
“Selain itu, juga dibuka peluang rencana potensi sinergi antar PUI,” tambahnya.
Dari tempat terpisah, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Patdono Suwignyo, melalui siaran pressnya mengatakan, “Selama ini PUI diarahkan untuk penguatan lembaga litbang sebagai salah satu komponen penguatan sistem inovasi nasional. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa sumbangan penguasaan iptek bagiperekonomian nasional masih sangat terbatas meski fakta menunjukkan produk hasil litbang sudah banyak, baik dalam publikasi, paten, maupun layanan-layanan teknologi bagi masyarakat.
Dalam Perpres No. 2/2015 disebutkan diperlukan tiga hal utama agar hasil-hasil iptek agar dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional. Yaitu dukungan iptek terhadap peningkatan daya saing sector produksi barang dan jasa. Kedua, dukungan iptek untuk keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam baik hayati maupun nir-hayati. Dan, ketiga dukungan iptek untuk penyiapan masyarakat Indonesia menyongsong kehidupan global yang maju dan modern.
“Ketiga hal tersebut menjadi arahan penguatan kelembagaan iptek termasuk ketersediaan faktor-faktor yang diperlukan seperti SDM, sarana prasarana, kelembagaan iptek, jaringan, dan pembiayaan,” ujarnya.
Untuk itu, tahun ini program PUI akan diperluas agar lembaga litbang juga mampu menghasilkan produk iptek maupun produk inovasi yang berbasis permintaan pasar.
Asri

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.