BESTTANGSEL.COM, JAKARTA – Setelah sukses diselenggarakan di beberapa negara, Mobvista menggelar seminar mobile marketing pertamanya ke Indonesia. Acara yang bertemakan ‘Revolusi Video’ ini menghadirkan pembicara; Vivi Wang selaku Business Development Director di Mobvista, Angga Anugrah Putera selaku Head of User and Content Operations di TikTok Indonesia, Azlan Indra selaku Senior Online Marketing Manager di Bukalapak, Dyah Wulandary selaku Vice President of Performance Marketing di Tiket. com dan Ananditha Mayasari selaku Senior Digital Marketing Manager di Traveloka, Kamis (17/10/2019).
Sebagai salah satu platform teknologi terkemuka di dunia dan penyedia jasa mobile advertising dan analytics untuk pengembang aplikasi, Mobvista mengajak para mobile marketer mengeksplorasi bagaimana brand dan marketer di Indonesia dapat memanfaatkan peluang dengan lebih baik untuk memaksimalkan kinerja upaya mobile marketing mereka.
“Populasi Indonesia yang luas, ditambah dengan penggunaan ponsel secara aktif, menghadirkan peluang emas bagi brand dan marketer. Video, khususnya telah mengalami pertumbuhan yang spektakuler di Indonesia,” ujar Vivi Wang, selaku Business Development Director Mobvista Asia Tenggara.

Vivi Wang, Business Development Director Mobvista Asia Tenggara.
“Konten video singkat adalah tren yang meningkat di tahun 2019, berkat perkembangan teknologi dan peningkatan aksesibilitas di semua platform. Seperti platform sosial yang populer di Indonesia seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok sekarang mendukung dan mempermudah para pembuat konten video. Platform konten ini fokus untuk membuat video singkat agar lebih mudah diakses dengan banyaknya pengguna yang menciptakan konten video. Dalam ruang yang ramai seperti itu, brand harus mampu menyediakan konten video yang bermakna dan personal kepada konsumen guna memenangkan persaingan. Narasi juga harus dikomunikasikan melalui strategi konten video yang tepat. Bagi advertiser, hal ini berarti memastikan pengalaman brand yang seutuhnya untuk customer di setiap touch point dan setiap channel yang digunakan.” Paparnya.
Vivi Wang percaya bahwa brand dan content creator juga harus memikirkan kembali strategi short-form video. Tidak hanya untuk mempersonalisasi identitas brand, namun juga menghubungkan audience dan brand secara emosional dengan cara mengaitkan konten dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Kuncinya adalah membuat visualisasi menarik dengan alur cerita yang memikat dan menarik perhatian konsumen dalam bentuk short form video.
“Media sosial telah berkembang dari sekadar platform untuk terhubung dengan teman dan keluarga, menjadi jalan bagi brand untuk berinteraksi dengan pelanggan mereka secara atraktif dan persuasif. Ini membantu mengubah persepsi dan mendorong penjualan. Konten video adalah media yang sempurna untuk membantu brand agar lebih menonjol di tengah-tengah kondisi pasar yang sudah jenuh.” tambah Wang.
Menurut Angga, TikTok berfokus pada bagaimana memanfaatkan tren short form video dan mengoptimalkannya untuk kedekatan dengan pelanggan di masa depan melalui TikTok, sementara Vivi Wang dari Mobvista mengeksplorasi bagaimana short form video adalah cara yang baru storytelling. (*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.