Berawal dari ayahnya yang juga seorang pengusaha sound system akhirnya bakat usaha ini menurun kepada Martin. Sampai suatu hari muncul ide untuk mulai menekuni bisnis jual alat musik custom. Dengan modal pertamanya sebesar 38jt martin sudah mendapatkan 50 unit barang, mulai dari gitar bass, biola akustik dan elektrik, dabel pedal, aksesoris, dan ampli dari berbagai merek.
“Dengan modal awal saya sebesar 38 juta saya sudah bisa mendapatkan beberapa barang dari berbagai macam merek seperti, yamaha, ibanez, laney, fender dll,” Tutur Martin.
Untuk alat-alat musik yang di jual ini berasal dari pengrajin kayu yang tersebar di berbagai kota, mulai dari Solo, Sukoharjo, Jogja, Bandung, Solo dan Jakarta.
Martin mengatakan, yang berpaeran besar di usaha ini sebenarnya adalah ibunya, lalu ada beberapa teman dan juga kakanya yang terus membantu usahanya sampai saat ini. Dengan nama Mart Musik, usaha yang dijalankan oleh martin dan keluarga juga bisa di bilang sebagai distributor untuk toko-toko di sekitaran Tanggerang Selatan (Tangsel).
“Saat ini memang usaha yang saya jalani ini merupakan salah satu distributor untuk toko-toko perlengkapan alat music yang ada di Tangsel,” Tambahnya.
Mart Musik juga menjual barang-barangnya melalui iklan-iklan di online dan media sosial seperti Facebook, Instagram, Bbm, dan lain sebagainya. Jadi apabila ada pembeli yang berminat bisa langsung datang ke toko, dan bila pembelinya dari luar kota bisa melayani pengiriman barang melalui JNE, TIKI, DLL.
Ada beberapa promo yang ditawarkan oleh Mart musik kepada calon pembeli, apabila pembelian minimal 1,5 jt biasanya mendapatkan bonus untuk pembeli, seperti mendapatkan kaos, topi, cangkir. Untuk omsetnya sendiri rata-rata perbulan bisa mencapai 60 juta dari barang yang terjual sebanyak 250 unit.
Dengan adanya usaha ini, harapan Martin selaku Owner Mart Musik dapat memberangkatkan ibunya untuk pergi haji dengan usaha yang dijalaninya sekarang yang kian semakin maju dan sukses.
Teks/Editor : M. Jakaria/Bani Ramadhan
Foto : M. Jakaria
