BESTTANGSEL.COM, TANGSEL– Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Tirta Karma Senjaya, hari ini, Jumat (24/01) menyampaikan bahwa capaian kinerja Bappebti sepanjang tahun 2024 menjadi pijakan strategis dalam meningkatkan peran Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) sebagai motor penguatan perdagangan dan ekonomi Indonesia.

Kinerja PBK Meningkat Signifikan

Sepanjang 2024, total nilai transaksi PBK tercatat mencapai Rp33.214,89 triliun, naik 29,34% dibandingkan 2023 yang sebesar Rp25.679,97 triliun. Transaksi multilateral didominasi komoditas strategis seperti timah, minyak kelapa sawit (CPO), emas, kopi, dan kakao. Di sisi lain, transaksi bilateral meliputi komoditas, forex, indeks saham, dan saham tunggal asing.

Bappebti juga mencatatkan pencapaian penting melalui peluncuran Bursa CPO Indonesia. Dalam periode Oktober 2023 hingga November 2024, transaksi futures mencapai 28.061 lot (140,3 ton), sedangkan transaksi fisik sebesar 10 lot (250 ton).

Pertumbuhan Pesat Perdagangan Aset Kripto

Bappebti melaporkan nilai transaksi aset kripto periode Januari–November 2024 sebesar Rp556,53 triliun, meningkat 356,16% dari Rp122 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah pelanggan aset kripto mencapai 22,1 juta, dengan 1,3 juta di antaranya aktif bertransaksi. Jenis aset kripto dengan nilai transaksi tertinggi adalah Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Dogecoin (DOGE), Pepe (PEPE), dan XRP (XRP).

Penguatan ekosistem perdagangan aset kripto juga didukung oleh kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Kejagung RI terkait penanganan barang bukti aset kripto. Selain itu, peralihan pengaturan dan pengawasan aset kripto dari Bappebti ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah dilakukan pada 10 Januari 2025, sesuai amanat UU Nomor 4 Tahun 2023.

Perkembangan Positif di SRG dan PLK

Nilai transaksi Sistem Resi Gudang (SRG) tahun 2024 mencapai Rp2,866 miliar, meningkat 202,64% dibandingkan 2023. Sebanyak 176 gudang SRG tersebar di 29 provinsi mendukung stabilisasi harga komoditas seperti beras, gabah, dan gula.

Sementara itu, nilai transaksi Pasar Lelang Komoditas (PLK) hingga akhir 2024 mencapai Rp97,15 miliar, naik 47,18% dari 2023. Komoditas utama yang mendukung pertumbuhan ini adalah karet, pinang, kelapa, jagung, dan beras.

Strategi Menuju 2025: Transformasi dan Inovasi

Bappebti telah merancang langkah strategis untuk periode 2025–2029 dengan tema besar “Terwujudnya Pembentukan Harga melalui Perdagangan Berjangka Komoditi.” Fokus utama meliputi penguatan transaksi multilateral komoditas unggulan seperti CPO, emas, kopi, dan nikel, serta pengembangan Bursa Berjangka Nikel.

Selain itu, Bappebti akan terus mengoptimalkan implementasi Bursa CPO Indonesia, perdagangan emas fisik secara digital, serta penguatan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas. Upaya ini diharapkan mampu mendorong swasembada pangan, memperluas pasar ekspor, dan mendukung UMKM.

“Melalui langkah strategis ini, kami optimistis dapat menciptakan perdagangan berjangka yang inovatif, transparan, dan kompetitif, sehingga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional,” pungkas Tirta. (red/*)

Leave a Reply