BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – National Battery Research Institute (NBRI) kembali menyelenggarakan Battery School pada 29–30 September 2025 di Indonesian Life Sciences Center, Kawasan Puspitek BRIN, Bogor, Jawa Barat. Program unggulan NBRI ini hadir untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia di bidang energi baru terbarukan, khususnya teknologi baterai.

Sejak pertama kali digelar pada 2021, Battery School telah melaksanakan 37 pelatihan dengan lebih dari 918 peserta dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa, peneliti, praktisi industri, hingga pembuat kebijakan. Tak kurang dari 236 institusi terkemuka juga telah berpartisipasi, menegaskan peran strategis NBRI dalam membangun ekosistem baterai dan energi berkelanjutan di Indonesia.

Kali ini, NBRI secara khusus menghadirkan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai peserta utama, dari 5 SMK di Banten. Kehadiran mereka merupakan tindak lanjut program Beasiswa Pamerindo–NBRI, yang bertujuan memperkuat kapasitas pendidik vokasi agar dapat menyalurkan ilmu dan pengalaman baru kepada siswa di sekolah masing-masing.

Penandatanganan MoU antara NBRI dan 5 SMK di Banten.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan vokasi. Dengan membekali mereka pengetahuan terkini tentang teknologi baterai, kita menciptakan multiplier effect bagi generasi muda. Program ini adalah bukti nyata kolaborasi riset, industri, dan pendidikan untuk masa depan energi berkelanjutan Indonesia,” ungkap Prof. Dr. rer.nat. Evvy Kartini, Founder NBRI.

Dalam pelatihan dua hari ini, para guru akan belajar teori dasar baterai lithium, praktik pembuatan baterai di laboratorium, hingga melakukan pengujian. Mereka juga dipertemukan dengan pembicara dari industri dan instansi pemerintah, termasuk Kementerian Perhubungan yang memberikan materi terkait keamanan jalan dan sistem pengisian daya kendaraan listrik.

MoU dengan SMK dan Dukungan Industri

Bersamaan dengan pelatihan tersebut, NBRI juga mengukuhkan kerjasama dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara NBRI dan sejumlah kepala sekolah SMK di Banten melalui lembaga pelatihan, Skill Development Center (SDC) Provinsi Banten. MoU ini menjadi dasar kerja sama jangka panjang dalam memperkuat pendidikan vokasi berbasis teknologi energi.

Dukungan juga datang dari PT Pamerindo Indonesia serta mitra strategis seperti Id Battery, Carsurin, dan Infien Energy. Menurut Lia Indriasari Basyuni, Country Manager PT Pamerindo Indonesia, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan platform edukasi yang berkelanjutan di sektor energi.

“Pamerindo tidak hanya ingin menjadi exhibition organizer, tetapi juga memberikan kontribusi nyata melalui edukasi dan pemberdayaan SDM Indonesia di sektor baterai dan energi,” jelas Lia.

Fokus pada Standarisasi Baterai Kendaraan Listrik

Tema pelatihan yang diselenggarakan Battery School kali ini adalah “Standarisasi dan Performa Baterai pada Kendaraan Listrik Roda Dua (2W-EV)”. Standarisasi dianggap krusial untuk memastikan interoperabilitas, keamanan, efisiensi, serta daya saing industri baterai nasional.

“Tanpa standar yang kuat, perkembangan kendaraan listrik akan berjalan parsial dan tidak berkelanjutan. Standarisasi adalah fondasi agar Indonesia bisa masuk rantai pasok global dan membangun industri baterai yang mandiri sekaligus kompetitif,” tegas Lia Indriasari.

Menuju Kemandirian Energi

Melalui Battery School, NBRI menegaskan komitmennya dalam membangun kapasitas SDM sekaligus memperkuat sinergi riset, pendidikan vokasi, dan industri. Dengan pengetahuan teknis, praktik langsung, serta keterlibatan guru SMK, program ini diharapkan menjadi langkah konkret menuju kemandirian dan kepemimpinan Indonesia dalam teknologi baterai dan energi berkelanjutan. (red/*)

Leave a Reply