BESTTANGSEL.COM, SERPONG UTARA — Upaya pelestarian lingkungan di tingkat komunitas kembali dilakukan di wilayah Pakujaya. Kelompok Wanita Tani (KWT) Good Farm bersama CSR PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), penyuluh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPP3), serta warga RW 11 Gardenia Loka menggelar aksi penuangan 50 botol ekoenzim ke aliran sungai setempat, Kamis (30/4/2026).
Aksi ini menjadi bagian dari kampanye pengelolaan limbah organik sekaligus edukasi lingkungan bagi masyarakat sekitar. Sebanyak 50 botol ekoenzim yang berasal dari fermentasi limbah organik rumah tangga dituangkan ke sungai sebagai upaya membantu memperbaiki kualitas air.
Ekoenzim dikenal memiliki manfaat untuk membantu mengurai zat pencemar, menekan bau tidak sedap, serta mendukung keseimbangan ekosistem perairan.
Ketua KWT Good Farm, Menik Dwi Wahyuni, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar aksi simbolis, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran warga dalam menjaga lingkungan dari sumber terkecil, yakni rumah tangga.
“Lewat kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah organik yang sering dianggap tidak berguna justru bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk lingkungan. Harapannya warga semakin sadar pentingnya memilah sampah dan menjaga sungai,” ujar Menik.
Menurutnya, gerakan berbasis masyarakat seperti ini penting untuk menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan, terutama dalam mengurangi pencemaran dari limbah domestik.
Head Sustainability PT Indah Kiat Pulp & Paper, Kholisul Fatikhin, menuturkan pihaknya mendukung penuh program-program lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Keberlanjutan tidak hanya bicara soal program besar, tetapi juga langkah kecil yang konsisten. Melalui kolaborasi bersama masyarakat dan KWT Good Farm, kami ingin mendorong lahirnya kebiasaan ramah lingkungan yang bisa diterapkan sehari-hari,” kata Kholisul.
Selain penuangan ekoenzim, kegiatan ini juga menjadi sarana diskusi antara warga dan penyuluh terkait pengelolaan sampah organik, pengurangan limbah rumah tangga, serta pentingnya menjaga kualitas sumber air di lingkungan permukiman.
Melalui aksi ini, KWT Good Farm berharap gerakan serupa dapat direplikasi di lingkungan lain di Kota Tangerang Selatan, sehingga upaya menjaga kebersihan sungai tidak berhenti pada satu titik, melainkan menjadi budaya bersama warga. (Red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.