20150706_1Seusai bulan Ramadan, Lebaran tentunya menjadi momen yang ditunggu oleh para umat Islam dan tak lupa dengan kue-kue kering yang menjadi ciri khas tahunan dari Hari Raya Idul Fitri tersebut. Kue-kue ringan yang dikemas hingga menjadi sebuah parcel lebaran yang cantik dan indah ini pun mendapat respon yang luar biasa.

Salah satu home industri pembuat kue kering di kawasan Kota Tangerang yang di rintis oleh Anna Sidharta sejak tahun 1998 ini telah dikenal masyarakat luas berkat rasa dan kualitasnya yang enak dan bermutu. Sehingga usaha kue kering yang di gelutinya ini pun mendapat respon yang luar biasa, seperti permintaan terhadap bingkisan parcel kue kering saat lebaran dan hari-hari raya lainnya.

Pemilik Home Industri Dhea Cake, Anna Sidharta mengatakan, ada berbagai macam permintaan parcel kue kering, mulai dari harga Rp 85 ribu hingga Rp 1 juta. Harga tersebut menurutnya tergantung dari jumlah dan jenis kue yang di pesan.

“Untuk kue-kue jenis premium yang menggunakan butter di banderol dengan kisaran harga Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu, sedangkan yang tidak menggunakan butter bisa jauh lebih murah,” jelasnya.

Anna juga membagi parcel dengan beberapa paket, diantaranya Paket Murmer alias Murah Meriah yang berisi tiga toples kue kering tanpa butter. Sedangkan untuk parcel premium, berisi kue-kue kering jenis premium yang dihitung satuan dan ditambah dengan kemasan atau packaging.

Sementara untuk pangsa pasar, dirinya tidak memasarkan langsung ke toko-toko. Melainkan, dijual kembali oleh para reseller hingga mampu meraihomzet sekitar Rp 400 sampai Rp 500 juta.